x
Akibat Kelelahan, Petugas KPPS TPS 62 Sidomulyo Barat Pekanbaru Riau Wafat
Erfanizon berada di rumah duka. (Foto:Azwar/FokusRiau.Com)

Akibat Kelelahan, Petugas KPPS TPS 62 Sidomulyo Barat Pekanbaru Riau Wafat

Senin, 29 April 2019, 10:41:51
PEKANBARU-Diduga akibat kelelahan, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 62 Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau meninggal. Kepergian Erfanizon tak hanya membuat duka pihak keluarga, namun petugas KPPS lainnya. 

Mereka berharap, semua amal baik yang dilakukan almarhum bisa dibalas Allah SWT. Sementara itu, wafatnya Erfanizon menambah daftar panjang petugas KPPS yang wafat dalam tugasnya. Anggota Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik, Minggu (28/4/2018) mengatakan, total petugas KPPS yang meninggal sebanyak 287 jiwa atau bertambah 15 orang dari data, Sabtu kemarin.

"Jumlah petugas penyelenggara pemilu yang wafat hingga hari ini per pukul 13.00 WIB, tercatat sebanyak 287 jiwa," kata Evi, Minggu (28/4/2019).

Sementara untuk petugas KPPS yang sakit juga mengalami peningkatan. Dimana pada Sabtu lalu sebanyak 1.878 orang sakit dan saat ini bertambah menjadi 2.095 orang.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Arief Budiman menegaskan, sampai sekarang belum ada pencairan atau distribusi santunan atas meninggalnya para petugas KPPS. Dia pun enggan menjelaskan secara rinci, alasan belum dicairkannya dana tersebut. "Belum," singkat Arief.

Tengah Dikaji
Sebelumnya, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan, pemerintah telah mengkaji besaran santunan yang akan diberikan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal saat menjalankan tugasnya. 

Dia membenarkan, besaran santunan yang akan diberi sebesar Rp 36 juta per orang. "(Besaran Rp 36 juta per orang) Kalau tidak salah, ya," ujar Askolani.

Terkait pencairan santunan tersebut, Askolani mengatakan, telah diserahkan sepenuhnya kepada KPU dan Bawaslu sebagai pihak yang berwenang. "Sudah ditetapkan Menkeu (Menteri Keuangan Sri Mulyani). Selanjutnya KPU dan Bawaslu yang laksanakan," ulasnya.

Sementara Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meyakini, pemerintah akan memberikan penghargaan berupa santunan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia selama bertugas pada Pemilu Serentak 2019. "Saya yakin pemerintah akan berikan penghargaan," kata Tjahjo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Mengenai besaran santunan yang akan diberikan kepada petugas KPPS yang meninggal, Menteri Tjahjo belum bisa berkomentar banyak. Dia mengaku menunggu usulan Bawaslu dan KPU. "Kami menunggu usulan dari Bawaslu dan KPU. Begitu aja secara prinsip," ujarnya. (*)

 





Penulis: Azwar
Editor: Boy Surya Hamta
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version