x
Asap Karhutla Kian Pekat, Ribuan Santri dan Masyarakat Pekanbaru Salat Minta Hujan
Ribuan santri dan warga menggelar salat Istisqa. (Foto:HO-Pondok Pesantren Dar el Hikmah)

Asap Karhutla Kian Pekat, Ribuan Santri dan Masyarakat Pekanbaru Salat Minta Hujan

Sabtu, 24 Agustus 2019, 14:35:14
PEKANBARU-Ribuan santri Pondok Pesantren Dar el Hikmah dan warga setempat menggelar salat Istisqa, memohon turunnya hujan di tengah asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu siang.

Ketua Umum Yayasan Nur Iman Amrasul Abdullah mengatakan, ada 1.600 santri bersama pengajar dan masyarakat mengikuti salat Istisqa di lapangan pesantren tersebut. Salat dimulai pukul 07.30 Wib dan berakhir 08.15 WIB. Sebagai imam adalah Ustad Syarkawi dan khatib serta doa Ustaz Ibnu Harris.

Dijelaskan, salat digelar melihat kondisi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin tebal serta beberapa daerah di Riau alami kekeringan.

"Selain anjuran gubernur, salat Istisqa kami laksanakan usai mendapat cerita dari wali santri saat melihat anak-anaknya di Pondok Pesantren Dar el Hikmah. Itu jadi alasannya, selain kabut asap saat ini," kata Amrasul.

Wali santri dari Pekanbaru tinggal di daerah Kulim, kemudian di Pulau Muda, Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan juga menceritakan bagaimana mereka sudah sulit mendapatkan air bersih. Bahkan, wali santri dari Kulim menceritakan mereka harus membeli air bersih karena sumber air mengering.

“Untuk satu tanki air dengan isi 1.000 liter harganya Rp60 ribu. Air bersih satu tanki itu hanya bisa mencukupi kebutuhan satu hari keluarga. Sumur mereka sudah kering, walau disedot menggunakan mesin, tetap saja tak keluar," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas kebakaran hutan dan lahan di Riau sejak Januari tahun ini sudah lebih dari 30.000 hektare.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sangar menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan pemadaman dari udara menggunakan helikopter dan fokus ke Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. 

Tiga daerah tersebut banyak terdapat kebakaran yang hingga kini belum bisa dikendalikan, dan mengakibatkan asap atau jerebu yang terbawa angin ke Kota Pekanbaru. Empat helikopter yang dikirim akan menjatuhkan air dari udara (water bombing), namun efektivitasnya belum bisa dipastikan karena sumber air banyak mengering. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version