x
Asap Karhutla Menebal, Helikopter Water Bombing di Riau Terbang ke Sumsel
BNPB kirim helikopter di Riau ke Sumsel. (Foto:Istimewa)

Asap Karhutla Menebal, Helikopter Water Bombing di Riau Terbang ke Sumsel

Sabtu, 12 Oktober 2019, 06:10:52
PALEMBANG-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan satu helikopter tambahan dari Riau ke Sumatera Selatan, untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan cara pengeboman air atau water bombing.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori mengatakan, di Sumsel kini ada 10 helikopter. Sebanyak 8 helikopter dioperasikan untuk water bombing, sementara dua unit lainnya untuk patroli.

Bantuan tersebut, dikirimkan karena lahan terbakar di Sumsel masih banyak, sedangkan Riau sudah mencabut status siaga darurat sejak awal Oktober.

"Riau dinilai sudah tidak banyak karhutla, status siaga darurat juga sudah dicabut di sana. BNPB menambahkan 1 helikopter dari Riau ke Sumsel. Hujan memang terjadi di Sumsel tapi sporadis dan kebanyakan bersifat lokal. Daerah yang terbakar malah tidak semua terdampak hujan," kata Ansori, Jumat (11/10/2019).

Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan untuk memancing terjadinya hujan pun belum efektif karena awan penghujan belum muncul di langit Sumsel. Pesawat TMC masih siaga di Landasan Udara Sri Mulyono Herlambang Palembang menunggu saat yang tepat untuk menabur garam khusus TMC.

"Patroli sejak kemarin lewat udara, masih banyak kebakaran di Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Muara Enim dan lainnya," ujar dia.

Menurut pantauan satelit Lapan, terdapat 238 titik api di Sumatera per Jumat petang. Berdasarkan pantauan, kabut asap di Kota Palembang pukul 18.00 WIB terpantau sangat tebal.

BPBD Sumatera Selatan mencatat, luas area terbakar di wilayahnya akibat bencana kebakaran hutan dan lahan mencapai 106.307 hektare. Total luasan itu tersebar di 11 daerah di wilayah Sumatera Selatan. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version