x
Banyak Jembatan di Meranti Mulai Rusak, Dedi: Dishub Harus Segera Mengantisipasi
Dedi Putra SHI, Ketua Fraksi PPP-PKB DPRD Meranti. (Foto:Syafrizal/FokusRiau.Com)

Banyak Jembatan di Meranti Mulai Rusak, Dedi: Dishub Harus Segera Mengantisipasi

Minggu, 12 Mei 2019, 12:34:30
MERANTI-Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti, DR Aready menyebut banyak jembatan di Meranti yang sudah mulai rusak. Dari 56 jembatan yang ada, hanya 16 persen saja yang memiliki kondisi bagus dan bisa digunakan untuk aktifitas masyarakat.

Menurut Aready, di Kepulauan Meranti masih banyak jembatan yang dibangun pada zaman Kabupaten Bengkalis. Kini kondisinya sudah rusak. Salah satunya di Desa Peranggas, Rangsang Barat yang belum lama ini menyebabkan gerobak terperosok dan barang bawaan jatuh ke laut.

"Jembatan Peranggas konstruksi bagian bawahnya tak layak. Idealnya memang harus dibangun baru," kata Aready.

Hanya saja, untuk membangun baru tentu butuh biaya besar dan memakan waktu yang lama. Sementara pelabuhan tersebut merupakan urat nadi warga untuk mengangkut barang dan bepergian. "Ya kita imbau masyarakat agar berhati-hati," ujarnya.

Perbaikan papan lantai jembatan, nantinya akan dianggarkan pada APBD perubahan. Sementara pada tahun 2020 rencananya akan ada pembangunan beberapa jembatan baru. Termasuk jembatan Peranggas ini. "Kalau tunggu APBD, baru bisa dilaksanakan pada perubahan. Di beberapa tempat, memperbaiki itu swadaya masyarakat," kata Aready.

Menanggapi ini, Anggota Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putra SHI menegaskan Dinas Perhubungan harus punya antisipasi. Mengingat, Kepulauan Meranti merupakan wilayah berpulau dan sangat butuh akan pelabuhan atau jembatan.

"Memang banyak jembatan yang dibangun zaman Kabupaten Bengkalis. Dari segi umur yang sudah lama, akan terjadi kerusakan apabila memiliki beban tidak tertampung yang sewaktu-waktu ramai orang beraktivitas. Misal puasa, hari raya atau tahun baru," kata Dedi.

Menurut Ketua Fraksi PPP-PKB itu lagi, terhadap kejadian di Peranggas, Dishub jangan diam. Dishub harus duduk dengan beberapa stakeholder terkait untuk mencari solusi jangka pendek. Kalau Dishub tak punya dana untuk langsung memperbaiki, bisa berkoordinasi dengan pihak desa.

"Dulu kita sudah buat solusi, namanya dana bencana yang diposkan di BPBD. Harapan sebagai dewan, Meranti kan daerah pulau, prioritaskan terkait laut. Baik itu pelabuhan, kapal, izin berlayar, dan yang terkait lainnya," harap Dedi. (*)


 
 
 

Penulis: Obrin 
Editor: Boy Surya Hamta
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version