x
BMKG Jelaskan Soal Hujan Es Ketika Asap Karhutla Selimuti Pelalawan Riau
Hujan es di Desa Pulau Muda Pelalawan. (Foto:Merdeka.com)

BMKG Jelaskan Soal Hujan Es Ketika Asap Karhutla Selimuti Pelalawan Riau

Selasa, 24 September 2019, 09:56:16
PEKANBARU-Masyarakat di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau mendadak heboh saat hujan es mengguyur pemukiman mereka. Butiran berbentuk kristal lunak yang turun menimbulkan suara tak biasa saat menerpa atap rumah warga. 

Setelah hujan reda, beberapa warga keluar rumah dan melihat apa yang sebenarnya turun dari langit. Warga kaget, ketika mengambil serpihan hujan itu di tanah. Beberapa warga yang memeganginya sempat mengabadikan dan menyebarkan videonya ke media sosial dan aplikasi WhatsApp.

"Ini adalah hujan es yang turun tadi di Desa Pulau Muda, Teluk Meranti," ucap pengambil video itu. 

Perekam butiran hujan es menyebut hal ini belum pernah terjadi di daerahnya. Dia pun merasa heran mengapa hujan yang sudah lama tidak turun membawa butiran es. "Hujan es ini membuat heboh warga, ini dia butirannya yang seperti salju," ucap perempuan tersebut.

Terhadap fenomena alam tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru menyebut, hujan es di Pelalawan turun pukul 13.00 WIB. Kejadian ini disebut sebagai fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.

Analis BMKG Yudistira menguraikan, hujan es biasanya turun disertai kilat ataupun petir serta angin kencang. Biasanya terjadi saat musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke hujan serta sebaliknya.

"Durasinya singkat. Sehari sebelum turun, udara pada malam hingga pagi hari terasa panas dan gerah akibat radiasi matahari cukup kuat disertai kelembapan udara cukup tinggi," terangnya.

Di lokasi hujan es mulai pukul 10.00 WIB tumbuh cumulus (awan putih berlapis-lapis). Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

Tahap berikutnya, awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu kehitaman yang dikenal dengan awan Comulonimbus. Pepohonan di sekitar lokasi mulai bergoyang cepat. "Akan terasa sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri. Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari lokasi," ujar Yudistira. (*)


 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Liputan6.com
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version