x
BNN Mendadak Tes Urine 49 Pilot di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru
Ilustrasi tes urine. (Foto:Merdeka.com)

BNN Mendadak Tes Urine 49 Pilot di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru

Kamis, 30 Mei 2019, 08:18:56
PEKANBARU-Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau mendadak melakukan inspeksi dan pemeriksaan urine terhadap puluhan juru terbang atau pilot sejumlah maskapai di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Rabu (29/5/2019).

Kepala Bidang Berantas BNN Provinsi Riau AKBP Haldun mengatakan, pilot dan sejumlah awak kabin menjalani pemeriksaan urine yang berlangsung secara maraton sejak pagi hingga menjelang petang. "Keseluruhan ada 49 pilot dan awak kabin yang diperiksa," kata Haldun di Pekanbaru.

Selain memeriksa urine satu per satu awak aviasi tersebut, BNN Riau turut memeriksa kargo bandara dengan melibatkan sejumlah anjing pelacak atau K9. Seluruh rangkaian pemeriksaan yang melibatkan puluhan pegawai BNN Provinsi Riau itu, kata Haldun, cukup memakan waktu hingga lebih dari 10 jam lamanya.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan pra-Hari Antinarkoba Internasional (HANI) 2019 dengan melakukan razia di tempat yang dianggap rawan terjadinya penyalahgunaan narkoba, salah satunya bandara," ujarnya.

Hampir seluruh awak maskapai penerbangan yang melayani Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru diperiksa tim BNN Provinsi Riau yang mendapat dukungan baik dari otoritas Bandara.

Di antara awak maskapai yang diperiksa adalah Lion Air, Citilink, Batik Air, Wings Air, Susi Air, dan sejumlah jet sewa.

Disebutkan, dari pemeriksaan tersebut seluruh awak kabin dan pilot yang berjumlah 49 orang tersebut dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba. "Dari pemeriksaan melibatkan unit K9 (anjing pelacak) di terminal kargo juga tidak ditemukan narkotika," ujarnya.

Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, menurut dia, merupakan bandara penting di Provinsi Riau. Namun, dalam beberapa kesempatan para sindikat narkoba kerap mencoba menyelundupkan narkoba melalui pelabuhan udara tersebut menyusul Riau sebagai salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan narkoba tertinggi di Indonesia. (*)






Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Merdeka.com
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version