x
BPS Nyatakan Bahan Pangan Sebagai Penyebab Terbesar Inflasi Riau
Kepala BPS Riau Aden Gultom memberikan keterangan. (Foto:Istimewa)

BPS Nyatakan Bahan Pangan Sebagai Penyebab Terbesar Inflasi Riau

Kamis, 02 Mei 2019, 15:19:54
PEKANBARU-Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,53 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 137,02 pada bulan April 2019 dengan sumbangsih terbesar dari kenaikan harga bahan pangan.

“Inflasi Riau bulan April 2019 sebesar 0,53 persen, terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen yang cukup signifian pada kelompok bahan makanan yang mengalami inflasi sebesar 1,82 persen,” kata Kepala BPS Riau Aden Gultom, Kamis siang di Pekanbaru.

Menurut Aden, pada April lalu, BPS mencatat ada kenaikan harga pada kelompok kesehatan sebesar 1,63 persen, kelompok kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,05 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen.

Sedangkan dua kelompok lainnya mengalami deflasi, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar -0,18 persen dan kelompok sandang sebesar -0,005 persen

Dengan demikian, lanjutnya, Inflasi Tahun Kalender sebesar 0,24 persen, dan Inflasi Year on Year (April 2019 terhadap April 2018) sebesar 1,64 persen.

BPS menentukan, inflasi Riau berdasarkan dari IHK di tiga daerah di Provinsi Riau, dan pada April semua kota mengalami inflasi. Yakni Pekanbaru sebesar 0,51 persen, Dumai sebesar 0,35 persen dan Tembilahan sebesar 1,06 persen.

Komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara lain cabai merah, bawang merah, tarif rumah sakit, bawang putih, daging ayam ras, petai, jeruk, angkutan udara, tomat sayur dan lain-lain.

“Sementara itu komoditas yang memberi andil deflasi antara lain beras, tarif listrik, serai, buncis, teri, emas perhiasan, bayam dan lainnya,” kata Aden.

Ia menembahkan dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, semua kota tersebut mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Medan dengan inflasi sebesar 1,30 persen, diikuti oleh Kota Sibolga sebesar 1,15 persen dan Kota Tanjung Pandan sebesar 1,14 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Tanjung Pinang sebesar 0,16 persen.

Di Indonesia, dari 82 kota yang menghitung IHK, 70 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Kota Medan sebesar 1,30 persen, diikut Merauke sebesar 1,20 persen, dan Sibolga sebesar 1,15 persen. 

Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Kota Parepare sebesar 0,03 persen. Untuk deflasi terjadi di lima kota, deflasi terbesar terjadi di kota Manado sebesar -1,27 persen. (*)






 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version