x
BRG Libatkan Tokoh Agama dalam Mengedukasi Restorasi Gambut Tiga Provinsi di Sumatera
Bupati Syamsuar membuka workshop peningkatan kapasita dai. (Foto:Istimewa)

BRG Libatkan Tokoh Agama dalam Mengedukasi Restorasi Gambut Tiga Provinsi di Sumatera

Kamis, 04 Oktober 2018, 09:47:46
SIAK-Badan Restorasi Gambut (BRG) melibatkan tokoh agama untuk mengedukasi masyarakat dalam mengkampanyekan upaya restorasi gambut di tiga wilayah Sumatera, yakni Jambi, Riau dan Sumatera Selatan (Palembang).

Bupati Syamsuar usai membuka Workshop peningkatan kapasitas para da'i restorasi gambut yang ditaja BRG RI di Aula Hotel Grand Mempura menyebut, peran para Ustadz sangat di harapakan mereka dapat menjelaskan kepada umat, dampak kebakaran hutan dan lahan gambut bagi lingkungan dan maklum hidup. 

"Saya mengapresiasi kegiatan yang telah BRG buat, para da'i ini diberi bekal, edukasi guna memperkaya ilmu dan meningkatkan kapasitas para da'i. Sehinga mereka dapat menjelaskan kepada masyarakat, bahaya dari kebakaran lahan gambut," ungkap Syamsuar, Rabu (3/10/2018). 

Dijelaskan, para Ustadz harus mampu berperan ganda, selain menyampaikan risalah, wahyu dan hadist Rasulullah,  juga membantu uli ambri dalam menjaga lingkungan dari kerusakan. Ustadz juga menjadi pelopor dalam restorasi gambut.

Dari data yang di sampaikan BRG dari total luas Riau, terdapat 61 persen lahan gambut. Sedangkan di Siak dari 14 kecamatan 9 kecamatan terdapat lahan gambut. Namun sejak 2014 kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Siak jumlah titik api di temukan sedikit. Artinya kesadaran masyarakat sudah mulai tubuh. 

"Dalam empat tahun terhakir kita telah berhasil menangulangi kebakaran hutan dan lahan, kami di Siak sudah membentu kelompok mayarakat peduli api, kerjasama antara TNI,  Polri, prusahan dan juga organiasi pecinta lingkungan. Adanya kabut asap saat ini pada jam jam tertentu di Siak,  ini merupakan asap kiriman," ujar Syamsuar. 

Disebutkan, urusan Restorasi gambut ini tidak hanya tanggung jawab umat Islam semata, namun juga umat Kristen, Budha, Katolik juga. Para pendeta menyampaikan program BRG, kepada jemaah nya. Karena pemilik lahan tidak hanya muslim tapi juga non muslim juga banyak. 

"Kita mau terkait pengelolaan lahan gambut ini tidak hanya tangung jawab BRG, namun seluru Stakeholder di berikan tanggung jawab ini kepada para tokoh agama, agar kita punya visi yang sama. Menyelamatkan lingkungan dari kerusakan," ujar Syamsuar. 

Sementara Deputi III Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan di wakili kelompok kerja BRG RI Suwingnya Utama mengatakan, kerusakan itu akar masalahnya bersumber dari perilaku kelembagaan, perilaku SDM,  dan Manusia. 


Di pilihnya Riau, khususnya Kabupaten Siak sebagai tempat penyelengaraan, karena Riau dari luas lahannya 61 persen terdapat lahan gambut,  yang juga termasuk rentan terhadap kerusakan dan kebakaran lahan gambut. "Riau memiliki lahan gambut terluas di Sumatera, yaitu 5,09 juta hektare atau 56,42 persen dari luas total lahan gambut di Sumatera, oleh sebap itu riau masuk dalam program BRG dalam restorasi gambutnya," katanya. 

Disebutkan, dalam al quran juga sudah dijelaskan, jika alam ini dirusak akibat keserakahan manusi, maka tunggulah kehancuran, dari pesan risalah ini. Dari Aspek moral inilah, BRG akan bekerjasama dengan oara da'i. Karena da'i Ustadz lah yang dapat menyampaikan pesan moral kepada jemaahnya, melalui ulamah pesan restorasi gambut ini akan mudah sampai ke masyarakat. (*)
 
 
 
 
 
 
Penulis: Satria Donald
Editor: Boy Surya Hamta 
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version