x
Bupati HM Harris Buka Festival Pacu Sampan Kampo, Melestarikan Budaya dan Menyedot Wisatawan!
Bupati HM Harris memberikan sambutan. (Foto:Istimewa)

Bupati HM Harris Buka Festival Pacu Sampan Kampo, Melestarikan Budaya dan Menyedot Wisatawan!

Rabu, 22 November 2017, 12:12:52
PELALAWAN-Bupati HM Harris, Rabu (22/11/2017) pagi membuka Festival Sampan Kampo yang berlangsung di tepian Sungai Kampar Desa Ara, Kecamatan Pelalawan. Sampan Kampu merupakan tradisi masyarakat Desa Sungai Ara yang terus dilestarikan pemerintah agar tidak hilang di telan zaman. 

Awal diangkatkan festival tersebut dari pemikiran untuk mengembangkan dan melestarikan budaya angkutan tradisional masyarakat, sekaligus memperkenalkan Sampan Kampo sebagai alat transportasi masyarakat sepanjang masa di sepanjang Sungai Kampar. Tujuan lain untuk membangkitkan kembali aktivitas budaya dan pariwisata di Pelalawan, terutama di Desa Sungai Ara.

Karena itulah, kemudian festival Pacu Sampan Kampo tersebut dilaksanakan. Sebab dengan kemajuan dan kecanggihan teknologi sekarang, memungkinkan masyarakat melupakan keberadaan Sampan Kampo sebagai alat transportasi. Melalui perlombaan ini diharapkan bisa kembali memperkenalkan Sampan Kampo kepada masyarakat, termasuk menarik minat wisatawan datang ke Desa Ara atau Pelalawan umumnya.

Tak sia-sia, pengunjung loma tersebut ternyata cukup tinggi. Dengan sendiri, telah berdampak terhadap perekonomian masyarakat setempat. Ini merupakan kesempatan bagi warga desa untuk meraup keuntungan dengan berjualan sesuai tujuan pengembangan wisata yang diharapkan pemerintah, meningkatkan perekonomian masyarakat.
 
 
Bupati HM Harris mengangkat bendera star tanda melepas peserta lomba bertanding. (Foto:Istimewa)  
 
Untuk perlombaan kali ini, panitia memperlombakan kategori Pacu Sampan Kampo Umum dan antar Kecamatan. Dimana peserta membawakan satu tim beranggotakan 13 Orang (12 pendayung dan 1 pemandu/kemudi). Persyaratan peserta tidak memiliki penyakit ayan dan setiap peserta harus mempunyai kemampuan berenang, demi keselamatan dalam mengikuti lomba.

Peserta yang menjadi juara selain memperoleh piala juga hadiah berupa uang pembinaan dan piala bergilir bagi juara satu untuk setiap kategori. Meski beberapa kecamatan dan desa belum bisa mengikuti perlombaan, tetapi itu tak membuat kemeriahan lomba menjadi berkurang. 

Kepala Disbudparpora Andi Yuliandri disela-sela pembukaan kepada wartawan mengatakan, lomba pacu Sampan Kampo berlangsung di alur Sungai Kampar dan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melestarikan budaya dan olahraga masyarakat pesisir. "Lomba diikuti 48 peserta, terdiri dari 32 putra dan 16 putri. Peserta dibagi dalam beberapa kategori, mengingat banyaknya peminat," ujar Andi.

Pemkab Pelalawan sangat mengapresiasi pihak yang telah menggelar acara tersebut dalam upaya memajukan sektor pariwisata. "Kegiatan ini sangat berpotensi menjadi destinasi wisata mendampingi gelombang bono. Mudah-mudahan bisa terus digelar setiap tahun," harapnya.

Sementara itu, Bupati HM Harris usai membuka perlombaan mengatakan, Pelalawan memang sedang giat membangun destinasi wisata untuk dipromosikan secara masif. Salah satu cara terbaik mendatangkan wisatawan ke Kuala Kampar dan Teluk Meranti dengan mempersiapkan sarana dan prasarana. Kemudian perlu ditingkatkan strategi pemasaran dan promosi.
 
Peserta kategori putra dan putri bersiap mengikuti lomba Sampan Kampo. (Foto:Istimewa) 
 
Pelalawan sudah mempunyai rangkaian destinasi wisata eksotis dan unik seperti gelombang Bono, kemudian wisata sejarah Istana Sayap Kerajaan Pelalawan. Sekarang budaya tua pacu Sampan Kampo di Sungai Ara dan nantinya sedang disiapkan Danau Tawjid dengan pesona alamnya.

Karena itu, Bupati HM Harris mengajak seluruh pihak untuk membuka persaingan bebas, melakukan berbagai atraksi dan membuka akses seluas-luasnya kepada pengunjung. 

Harris berharap, melalui lomba Sampan Kampo, masyarakat bisa melestarikan kebudayaan lokal sekaligus melihat kondisi masyarakat pinggiran sungai yang menggunakan sampan sebagai alat transportasi. (adv/hms)
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version