x
Bupati Sukiman Buka Kuliah Umum dan Pentas Seni Budaya Melayu Rohul
Bupati Sukiman membuka kuliah umum. (Foto:Humas/FokusRiau.Com)

Bupati Sukiman Buka Kuliah Umum dan Pentas Seni Budaya Melayu Rohul

Senin, 14 Januari 2019, 13:16:58
ROKAN HULU-Universitas Pasir Pengaraian (UPP) bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rokan Hulu menggelar Kuliah Umum dan Pentas Seni Budaya Melayu Rokan Hulu, Senin (14/1/2019) di Convention Hall Masjid Agung Islamic Center Rohul.

Bupati Sukiman membuka langsung acara yang menghadirkan‎ dua tokoh budaya dan cendekiawan Riau asal Rohul, Dr. Al Azhar dan Dr. drh. H. Chaidir MM. Saat itu juga diuncurkan Tari Tepak Sirih yang sebelumnya bernama Tari Persembahan, sekaligus Pengenalan Buku Terjemahan Auf Neuen Wegen Durch Sumatra Max Mozkowski.

Bupati Sukiman mengatakan, kemajuan teknologi sangat mempengaruhi tata budaya daerah, oleh sebab itu harus memperkuat budaya ketimuran. ‎Menurutnya, kajian budaya yang pertama kali dilaksanakan ini sangat positif, karena memberikan kesempatan dalam mengembangkan seni budaya, dan khasanah budaya di Kabupaten Rohul.

‎"Ini (kuliah umum) sangat penting. Pertama, untuk mengenal jati diri Melayu Rokan Hulu yang sebenarnya," ulas Sukiman.

Diharapkan, budaya dan seni disesuaikan dan dikembangkan dengan paguyuban, kekerabatan‎ dan kekompakan, sehingga pada ujungnya meningkatkan kebersamaan dalam membangun Negeri Seribu Suluk yang beragam suku, agama dan beragam budaya‎.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada Universitas Pasir Pengaraian dan Dinas Pariwisata yang‎ telah melaksanakan acara ini," katanya.

Ditanya soal seni dan budaya Melayu Rohul dijadikan muatan lokal di sekolah-sekolah, Bupati Sukiman akan melihat bagaimana perkembangannya ke depan.

Rektor UPP Adolf Bastian mengatakan, dukungan Pemkab Rohul diharapkan bisa melahirkan Kreasi Tari Tepak Sirih yang akan menggantikan Tari Persembahan yang lebih mengarah kepada Melayu Deli.

"Yang kita gali dari nilai-nilai di Rokan Hulu ini muncullah Tari Tepak Sirih. Insya Allah akan menjadi pengganti Tari Persembahan. Kampus juga bertanggungjawab melestarikan budaya-budaya yang ada di Rokan Hulu, sehingga kemajemukan Rokan Hulu akan menyatu dibawah tuan rumah budaya itu sendiri, yaitu Budaya Melayu," ulas Adolf.

Kepala Disparbud Yusmar mengatakan, Kuliah Umum dan Pentas Seni ini sebagai ruang untuk bergerak. "Ibarat kita di satu rumah, saya bisa mencontohkan, paguyuban dan kekerabatan masih di ruang tamu. Nah sekarang kita berikan kamar, supaya rumah ini rasanya ada milik bersama, yang harus kita jaga bersama yang harus kita bangun bersama untuk memajukan dan memelihara rumah ini, baik ancaman dari dalam dan rumah agar rukun, damai dan kekeluargaan," tukasnya. (adv/hms) 
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version