x
Diterkam Buaya, Pria Ini Lolos dari Maut Setelah Ketemu Kelemahan Sang Predator
Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

Diterkam Buaya, Pria Ini Lolos dari Maut Setelah Ketemu Kelemahan Sang Predator

Minggu, 17 November 2019, 14:37:00
PEKANBARU-Desngan bersusah payah, pria ini akhirnya bisa mengalahkan buaya yang hendak memangsanya saat dirinya sedangan memancing. Padahal, buaya sepanjang 2,8 meter itu sudah menggigit paha korban dan berusaha menariknya ke dalam air.

Namun dalam kondisi hidup dan mati, korban berusaha melakukan perlawanan. Dia mempertahankan posisinya agar tidak diseret lebih jauh ke dalam air. Saat bergumul dengan predator tersebut, korban berhasil mendapatkan celah kelemahan buaya.

Ia menusuk mata buaya dan berusaha mencongkelnya. Dan usahanya membuahkan hasil. Buaya yang kesakitan kemudian melepas gigitannya dan kabur masuk air.

Peristiwa mengerikan itu terjadi di Australia, tepatnya di sebuah lokasi yang memang dikenal banyak buayanya. Awalnya, Craig Dickmann memutuskan untuk memancing di sebuah kawasan terpencil di Northern Australia, yang dikenal sebagai "negara buaya" Minggu (10/11/2019).

Ketika meninggalkan pantai itulah, seekor buaya sepanjang 2,8 meter datang dari belakang, demikian dilaporkan AFP, Sabtu (16/11/2019). "Begitu saya berbalik, hal pertama yang saya lihat adalah kepalanya menghampiri saya," kata Dickmann kepada wartawan dari rumah sakit di Cairns.

Predator air itu segera mengincar pahanya. Dickmann yang berprofesi sebagai polisi hutan itu tak lupa suara si buaya yang mengatupkan rahangnya.

Pria berusia 54 tahun itu mengatakan, mereka segera bergulat di mana Dickmann mencoba melawan ketika si buaya mencoba menariknya ke air.

Sadar nyawanya di ujung tanduk, dia pun menancapkan jempolnya ke mata, karena menurutnya, hanya itu "target lunak" yang bisa ditemukan. "Mata mereka cukup lunak. Jika Anda menariknya, Anda bisa menyentuh tulangnya. Jadi saya mencungkilnya hingga dia melepaskan cengkeramannya," kisahnya.

Setelah beberapa menit, dia berhasil mencapai punggung hewan itu dan mengatupkan rahangnya. Dia mendorong buaya itu pergi yang segera menceburkan diri ke laut.

Akibat diterkam reptil besar tersebut, Dickmann mendapatkan luka robek di bagian tangan dan kaki. Dia berkendara pulang selama 45 menit sebelum meminta bantuan.

Dia pun masih menunggu selama satu jam sebelum dibawa ke Rumah Sakit Cairns, di mana dia mendapatkan perawatan atas luka-lukanya. "Buaya itu licik. Sangat licik," ujar Dickmann. Adapun Departemen Lingkungan Queensland menyatakan, buaya itu sudah dibunuh.

"Area itu dikenal sebagai negara buaya, dengan masyarakat yang berada di lokasi tersebut harus selalu berhati-hati," ujar departemen itu.

Buaya air asin yang bisa tumbuh hingga tujuh meter, dengan berat mencapai satu ton, adalah hewan yang banyak dijumpai di kawasan utara Australia. Jumlah mereka langsung meledak ketika dideklarasikan sebagai spesies yang dilindungi pada 1970, dengan serangan pada manusia terbilang langka.

Kali terakhir serangan terjadi pada Januari 2018 di Torres Strait, dengan korban tewas terakhir terjadi pada Oktober 2017 di Port Douglas. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version