x
Dua Warga Tanah Datar Sumbar Meninggal Akibat Tertimbun Tanah Longsor
Tim gabungan melakukan upaya pencarian korban. (Foto: Istimewa)

Dua Warga Tanah Datar Sumbar Meninggal Akibat Tertimbun Tanah Longsor

Jumat, 12 Oktober 2018, 08:48:29
BATUSANGKAR-Dua warga Ranah Batu, Nagari Tanjung Bonai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat meninggal dunia akibat tertimbun material longsor. Hujan deras yang melanda daerah tersebutsejak Kamis sore telah mengakibatkan banjir bandang dan longsor.

"Dari dua rumah terdapat tiga orang korban, dua orang meninggal dunia sementara satu lainnya dilaporkan selamat," kata Kapolres Tanah Datar AKBP Bayuaji Yudha Prajas, Kamis malam di Batusangkar. 

Kepolisian baru menerima laporan kedua korban tersebut pukul 21.00 WIB. Keduanya dilaporkan tertimbun, karena terjebak dalam bangunan. Banjir yang melanda daerah itu mulai terjadi sekitar pukul 18.30 WIB dan merusak sejumlah bangunan serta infrastruktur. Satu jembatan. beberapa rumah serta warung milik warga rusak.

Sejauh ini, sejumlah personel masih berupaya menembus lokasi kejadian dan beberapa di antaranya sudah berada di lokasi kejadian serta posko penanganan bencana. "Kami saat ini berada di posko bencana. Penanganan dilakukan tim gabungan, pemkab, BPBD, polisi dan TNI," ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau memprediksi, sampai pukul 23.30 WIB di beberapa wilayah di Sumbar masih berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir atau kilat.

Beberapa daerah dimaksud adalah Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Sijunjung, Solok Selatan, Dharmasraya, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Kota Bukittinggi, Padang Panjang, Sawahlunto, Pariaman, Padang dan Kota Solok.

Akses transportasi terputus
Tanah longsor di tiga titik di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Kamis malam mengakibatkan akses transportasi menuju Simpang Empat dan sebalikya terputus total.

Informasi yang diperoleh di lapangan, titik pertama longsor terjadi di daerah Kapundung, Kecamatan Kinali mengakibatkan akses transportasi Simpang Empat-Padang putus total.

"Benar, informasinya longsor di Kapundung. Hingga Kamis malam pukul 21.15. WIB terjadi antrean kendaraan di daerah itu," kata Kepala Bagian Humas Pasaman Barat Yosmar Difia di Simpang Empat.

Arus kendaraan dari Simpang Empat menuju Panti, Kabupaten Pasaman terputus akibat longsor di dua titik sekitar Rimbo Kejahatan, Kecamatan Talamau. "Benar, longsor terjadi di dua titik sehingga kendaraan tidak bisa melewati jalan menuju Talu Kecamatan Talamau," kata Camat Talamau Dasrial.

Dikatakan, selain longsor, satu tiang listrik roboh dekat Jembatan Panjang Kecamatan Talamau. "Arus transportasi terputus total timbal balik. Baik kendaraan dari Simpang Empat maupun dari arah Panti, dari Talu menuju Simpang Empat," katanya.

Pihaknya bersama Polisi Sektor (Polsek) Talamau sedang menuju lokasi longsor untuk memberikan bantuan. "Kita sudah koordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengatasi longsor sehingga kendaraan bisa melewati jalur itu," ujarnya.

Hujan lebat masih berlangsung di wilayah Pasaman Barat hingga pukul 21.15 WIB. Sejumlah daerah mulai terkena banjir luapan sungai serta tidak tertampungnya air oleh drainase yang ada.

Di antara lokasi yang banjir, yakni daerah Jambak, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kapa, Aia Gadang, Kecamatan Pasaman. "Benar, petugas sudah turun ke lapangan memberikan bantuan. Saat ini kita masih mendata berapa jumlah rumah yang terendam banjir. Hujan lebat masih berlangsung," kata Kepala BPBD Pasaman Barat, Try Wahluyo. (*)








Penulis: Andi Affandi
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Merdeka.com
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version