x
Harga Tiket Pesawat Masih Belum Kondusif Ketika Ramadan Menjelang
Tiket penerbangan masi saja tinggi. (Foto:Istimewa)

Harga Tiket Pesawat Masih Belum Kondusif Ketika Ramadan Menjelang

Jumat, 26 April 2019, 08:32:07
JAKARTA-Beberapa hari lagi Ramadan menjelang. Setelah itu, tentunya masyarakat mulai berfikir untuk mendapatkan tiket transportasi untuk digunakan mudik. Khusus untuk maskapai penerbangan, saat ini masih menjadi masalah.

Sebab harga tiket pesawat masih belum sesuai harapan. Padahal, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sudah menetapkan batas bawah tarif tiket pesawat rata-rata 35 persen dari tarif batas atas.

Namun, beleid dari Kemenhub belum ampuh dalam menurunkan harga tiket pesawat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui, saat ini harga tiket pesawat masih belum kondusif. Dirinya juga mendapati keluhan dari masyarakat soal masih mahalnya harga tiket pesawat.

"Saya mendapati laporan bahwa tarif tiket pesawat belum kondusif," ujar Budi Karya di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Untuk itu, menurut Budi, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan stekholder lainnya untuk menyelesaikan masalah tiket ini. Utamanya dari pihak maskapai seperti Garuda Indonesia.

Dirinya telah meminta bantuan kepada Kementerian BUMN sebagai induk dari Garuda Indonesia untuk memberikan arahan. Sebab, Garuda saat ini masih menjadi market leader untuk berbagai maskapai penerbangan lain.

"Kami minta Kementerian Perekonomian dan Kementerian BUMN untuk turut serta mengatur tarif dari penerbangan, khususnya Garuda. Karena Garuda ini market leader di situ, kalau dia menetapkan tarif batas atas semunya, maka yang lain ikut. Tapi kalau dia turun sebagaian, yang lain juga akan turun," katanya.

Saat ditanyai mengenai wacana penerapan sub-price, mantan Direktur Utama Angkasa Pura II ini menyebut masih dalam proses pengkajian. Pihaknya masih menunggu arahan dari Kementerian Koordinator, baik itu KemenkoBidang Perekonomian maupun Kemaritiman.

"Sub-price itu kan represif ya, saya itu enggak mau yang represif, tapi kalau nanti diperintahkan Kemenko Perekonomian untuk saya melakukan, ya saya lakukan," tukasnya. (*)




 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Sindonews
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version