x
Indra: Bangun Jembatan Merangkai Desa, Menghapus Isolasi

Indra: Bangun Jembatan Merangkai Desa, Menghapus Isolasi

Senin, 24 Desember 2012, 16:34:24
Salah satu program unggulan Desa Mandiri yang dicetuskan H Indra Muchlis Adnan, yaitu memprioritaskan pembangunan jembatan untuk menghubungkan pulau-pulau, dusun, kampung, desa dan kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir. Karena dengan jembatanlah yang dapat mengantarkan warga untuk berhubungan dengan penduduk, di pulau lainnya. Jembatanlah yang membuka isolasi dan keterasingan.

Jembatan juga yang akan mengantar masyarakat dan hasil bumi dengan cepat serta biaya transportasi murah. Setelah diluncurkan program Desa Mandiri tahun 2006 kepada 192 desa dan kelurahan yang tersebar di 20 kecamatan dengan anggaran sekitar Rp50 miliar, lebih dari 50 persen anggaran itu digunakan warga desa untuk membangun jembatan guna menghapus keterisoliran. Sekitar Rp250 juta hingga Rp500 juta, masing-masing desa dialokasikan untuk menjalankan program Desa Mandiri tersebut.

Keberhasilan Indra mencetus gagasan itu, langsung dirasakan manfaatnya oleh warga Indragiri Hilir, khususnya mereka yang berada di pedesaan. Meskipun Indonesia sudah merdeka dari penjajahan sejak  67 tahun silam, akan tetapi kemerdekaan yang sesungguhnya baru dirasakan warga pedesaan sejak enam tahun lalu, setelah program Desa Mandiri diluncurkan. Desa yang dulunya sangat sulit mendapatkan kue pembangunan, mendadak memperoleh anggaran yang bisa digunakan untuk membangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat.       

"Sekarang baru kami merasa merdeka, desa kami yang dulunya terisolir, sekarang sudah dapat ditempuh dengan menggunakan jalur darat. Keberadaan jembatan yang dibangun melalui Desa Mandiri sungguh membawa perubahan yang luar biasa bagi perekonomian warga,"
kata Azhari HS, Kades Kuala Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang.
         
Supardi, Kades Kramat Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong juga menyampaikan hal yang sama. Desa yang berada di pedalaman ini sekarang sudah memiliki akses jalan darat dan jembatan menuju desa tetangga. Bahkan, enam tahun setelah Desa Mandiri digulirkan, semua desa-desa di Kecamatan Pulau Burung sudah saling terhubung.

"Tak taulah kami, macam mana kalau tidak ada program Desa Mandiri. Entah sampai kapan akses menuju ke ibukota kecamatan dapat dilalui dengan mudah," sebut Adenan, Kades Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung.
        
Pada pelaksanaanya, pembangunan jembatan penghubung skala besar yang nilainya Rp300 juta lebih banyak yang terbangun dengan anggaran yang jauh di bawah target, karena tingginya swadaya dari masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan pembangunan jembatan penghubung di Dusun Petai, Desa Keritang, kecamatan Kemuning. Jembatan penghubung yang megah dan kokoh itu hanya dibangun dengan dana dibawah Rp300 juta, padahal kalau dinilai dengan kasat mata, anggaran yang dibutuhkan hampir Rp500 juta.

"Jembatan ini kami bangun dengan anggaran Desa Mandiri, tetapi mayoritas secara swadaya karena memang warga merasa memiliki jembatan ini," kata Thamrin, Kades Keritang, Kecamatan Kemuning.

Kepala BPMPD Kabupaten Inhil, Edy Syafwannur, mengatakan, sudah cukup banyak jembatan yang dibangun warga di pedesaan selama program Desa Mandiri diluncurkan tahun 2006 silam. Keberadaan jembatan ini berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian warga, yang umumnya petani. Mereka dengan mudah membawa hasil perkebunan ke desa tetangga atau ke ibukota kecamatan, tanpa harus menggunakan transpartasi sungai yang berpengaruh dengan air pasang dan surut.

"Jika ditotal, sudah lebih dua ribu jembatan yang dibangun di pedesaan dengan menggunakan dana Desa Mandiri. Dampaknya sangat luar biasa bagi perekonomian masyarakat," ujar Iwan, panggilan akrab Edy Syafwannur. (hr/satria donald)
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version