x
Jelang Pemilu 2019, Bupati HM Harris Dengarkan Arahan Menkopulhukam Lewat Video Conference
Bupati HM Harris bersama kapolres mengikuti video conference. (Foto:T Arjan/FokusRiau.Com)

Jelang Pemilu 2019, Bupati HM Harris Dengarkan Arahan Menkopulhukam Lewat Video Conference

Selasa, 25 September 2018, 09:38:34
PELALAWAN-Tahapan pelaksanaan Pilpres dan Pemilu 2019 terus berlangsung. Saat ini, sudah memasuki tahapan kampanye dari 23 September 2018 dan berakhir 13 April 2019 mendatang. 

Dalam rangka menjaga suasana tetap kondusif, Menkopolhukam Wiranto bersama Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Ketua Komisi Pemilihan Umum Arif Budiman, Ketua Bawaslu Abhan menggelar video conference dengan para kepala daerah di Tanah Air, termasuk Kabupaten Pelalawan, Riau.

Bupati Pelalawan HM Harris didampingi Kapolres AKBP Kaswandi Irwan dan Pabung Kodim 0313/KPR Pelalawan Mayor Inf Untung Krismanto mendengarkan arahan langsung Menkopolhukam terkait Pemilu 2019 melalui layar monitor yang sudah dipersiapkan di Aula Mapolres Pelalawan Pangkalan Kerinci, Senin kemarin.

Video conference berlangsung serentak di seluruh Indonesia dari Mabes Polri dan terhubung ke seluruh pejabat wilayah, antara lain Kapolda, Gubernur, Pangdam/Danrem, Walikota dan Bupati, Kapolres, Ketua KPUD, Ketua Bawaslu Provinsi dan stakeholder lainnya.

Menkopulhukan Wiranto dalam arahannya mengatakan, Pemilu 2019 akan berjalan lebih rumit dibanding Pemilu 2014. Sebab masyarakat harus melakukan lima kali pilihan di kertas suara.

“Pemilu 2019 lebih rumit dan kompleks dibanding pemilu yang lalu. Karena secara serentak ada pemilihan legislatif di tingkat pusat hingga daerah, paling tidak ada lima pilihan yang harus dipilih oleh masyarakat, termasuk DPD," ujar Wiranto.

Untuk mengatasi persoalan yang muncul di lapangan, butuh sinergiritas antara pemerintah daerah, TNI dan Polri. "Dibutuhkan koordinasi, karena pemilihan umum itu berada di daerah," tuturnya.

Wiranto mengatakan, beberapa persoalan yang menjadi sorotan pemerintah, mengenai money politics, politik identitas dan penggunaan media sosial. Tiga hal itu menjadi perhatian yang harus diantisipasi sejak dini.

"Jangan sampai money politics, politik identitas atau SARA menjadi senjata untuk kampanye yang bisa merusak persatuan bangsa. Kemudian medsos juga cepat sekali perkembangannya jangan sampai ada kampanye negatif, hoaks, hate speech, fitnah untuk menyerang paslon lain," ujar Wiranto.

Sementara itu, Bupati HM Harris disela kegiatan kepada media menekankan pentingnya menjaga kondusifitas daerah dengan tidak asal menggunakan media sosial, untuk berkampanye dengan memberikan berita yang hoaks dan fitnah yang memecah belah persatuan dan kesatuan di Pelalawan.

Selain itu, dia mengimbau ASN untuk tidak ikut berkampanye pada Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. Karena dalam Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) jelas diperintahkan untuk netral dalam pemilihan umum. (*)





Penulis: Tengku Arjan
Editor: Boy Surya Hamta
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version