x
Kapolda Riau Ungkap Pecatan Polisi Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
Kapolda Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo menunjukkan barang bukti. (Foto:CNNIndonesia)

Kapolda Riau Ungkap Pecatan Polisi Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional

Selasa, 23 Juli 2019, 18:50:26
PEKANBARU-Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menembak mati dua terduga gembong narkoba di Perumahan Palma Residence, Tampan, Pekanbaru. Satriadi (31), salah seorang pelaku tewas dalam dalam baku tembak tersebut merupakan anggota polisi yang dipecat, karena terlibat kasus narkoba.

Kapolda Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo menduga, Satriandi terlibat dalam kejahatan narkoba lintas negara. Hal ini terbukti dari temuan tujuh paspor atas namanya di kediaman mertuanya di Perumahan Palma Residence, Selasa (23/7/2019).

"Kejahatan ini lintas negara, terbukti dari paspor yang diamankan," ujar Widodo dalam konfrensi pers, Selasa siang di Pekanbaru.

Sebelumnya, kepolisian hendak melakukan penangkapan terhadap bandar narkoba, Satriandi. Karena ada perlawanan, kontak tembak mulai terjadi, Selasa pagi pukul 06.30 WIB di perumahan Palma Residence. Dalam insiden itu, Satriandi dan pengawalnya Ahmad Royani (29) tewas. Sementara, tersangka yang diamankan adalah Randi Novrianto.

"Didapatkan 3 tersangka didalam rumah tersebut dan melakukan perlawanan bersenjata lalu [petugas] lakukan tindakan tegas dan 2 tersangka tewas," papar Widodo.

Dikatakan, satu orang polisi turut menjadi korban dalam insiden kontak senjata itu, yakni Bripka Lius Mulyadin. Dari penangkapan ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti terkait kejahatan yang pernah dilakukan Satriandi. 

"Kita temukan dua pucuk senjata api revolver organik Polri kaliber 38. Kemudian 1 granat aktif, dan juga ditemukan 2 senjata api laras panjang. Proyektil 668 butir peluru aktif kaliber 8, 9, 32, 38 dan 55,6 mm," tambah Kapolda.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo menambahkan, Satriandi adalah buronan Lapas Klas IIA yang kabur tahun 2017. Dia divonis 20 tahun penjara dan merupakan bandar narkoba dan sekaligus pelaku pembunuhan menggunakan senjata api. 

Satriandi diketahui mantan anggota Polres Rokan Hilir, Riau yang dipecat, karena terlibat kasus narkoba. Mei 2015, Satriandi digerebek aparat Satuan Reserse Narkoba di kamarnya di lantai 8 Hotel Aryaduta, Jl Diponegoro, Pekanbaru atas kasus kepemilikan ribuan pil ekstasi.

Saat itu, dia nekat terjun dari kamar. Akibatnya, dia mengalami patah kaki dan luka serius pada bagian kepala. Meski begitu, dia berhasil selamat namun mengalami gangguan kejiwaan.

Polisi kemudian tidak melanjutkan perkaranya karena Satriandi dinyatakan tidak bisa memberikan keterangan apapun karena mengalami gangguan kejiwaan.

Awal 2017, Satriandi menembak mati seorang pemuda bernama Jodi Setiawan yang juga bandar narkoba. Dia sempat kabur usai penembakan tersebut, namun berhasil ditangkap polisi di wilayah Batipuh, Sumatera Barat.

Tahun berikutnya, Satriandi diseret ke meja hijau dan divonis dengan hukuman 20 tahun penjara. Namun, dia bisa kabur dari Lapas Pekanbaru dengan cara menodong petugas jaga dengan senjata api. (*)





Penulis: Azwar
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version