x
Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Ibarat Gunung Es, Ini yang Dilakukan PPKBPPPA Kuansing
PPKBPPPA Kuansing terus berupaya menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak. (Foto:Istimewa)

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Ibarat Gunung Es, Ini yang Dilakukan PPKBPPPA Kuansing

Rabu, 11 Juli 2018, 04:59:29
KUANSING-Kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terus menunjukan trend peningkatan. Tahun 2017, ada empat kasus kekerasan yang diterima Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Dimana pelaku kekerasan umumnya merupakan orang terdekat korban.

"Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak itu ibarat gunung es yang muncul sedikit demi sedikit, namun ketika sampai pada puncaknya sangat mengejutkan. Artinya, kekerasan tersebut banyak terjadi di masyarakat, namun yang dilaporkan sedikit," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten Kuansing, Riau Irwandi melalui Sekretaris Yasriadi MM, Selasa (10/7/2018) di Teluk Kuantan.
 
Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten Kuansing, Riau Yasriadi MM. (Foto:Jhon/FokusRiau.Com)
 
Untuk meminimalisir tindak kekerasan terus berkembang dan mewujudkan visi Kuantan Singingi yang unggul, Sejahtera dan agamis di Riau tahun 2021, Dinas PPKBPPPA bekerjasama dengan PPKBPPPA Provinsi sudah menggelar kegiatan advokasi upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk perdagangan orang. 

"Kegiatan ini beberapa waktu lalu sudah dilaksanakan di Angela Hotel Teluk Kuantan. Hasilnya cukup memuaskan," ujarnya.

Kepada PPKBPPPA Provinsi, Yasriadi mengaku sudah menyampaikan beberapa hal agar permasalahan tindak kekerasan ini bisa diatasi. Antara lain, mensosialisasikan dan memberikan advokasi kependudukan dan keluarga berencana berbasis pembangunan kemasyarakatan. Kemudian dilakukan juga upaya peningkatan pembiayaan oleh pemerintah pusat dan provinsi melalui DAK untuk pengembangan bidang KB.
 
 
Dinas PPKBPPPA Kuansing dan PPKBPPPA Provinsi menggelar kegiatan advokasi upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk perdagangan orang. (Foto:Jhon/FokusRiau.Com) 
 
"Kita tidak bisa memungkiri, tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi disebabkan faktor kemiskinan, rendahnya kualitas pendidikan, terbatasnya lapangan pekerjaan serta terbatasnya informasi yang dimiliki menyangkut tindak kekerasan. Inilah yang terus dicarikan solusinya dengan berbagai sosialisasi," urainya.

Dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, menurut Yasriadi, tentu akan banyak kendala yang dihadapi. Di antaranya, kurang tersedianya komunikasi, informasi dan edukasi terkait dengan pencegahan dan penanganan. Kemudian belum ada rehabilitasi kesehatan dan rehabilitasi sosial yang memadai dan belum tersedianya mekanisme bantuan hukum, pemulangan dan re integrasi bagi korban yang efektif, seperti rumah aman, panti rehabilitasi.

Karena persoalan kekerasan merupakan tanggung jawab bersama, maka pemerintah, masyarakat dan keluarga serta dunia usaha diharapkan bisa bersinergi dalam mensukseskan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut. (adv/kominfo)
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version