x
Kecewa Soal Masalah Batas Kampung di Siak, Indra Minta Pemkab Bekerja Serius

Kecewa Soal Masalah Batas Kampung di Siak, Indra Minta Pemkab Bekerja Serius

Jumat, 05 April 2019, 18:27:29
SIAK-Persoalan tapal batas antara satu kampung dengan kampung lainnya di Kabupaten Siak masih belum selesai. Meski Peraturan Daerah (Perda) soal batas kampung tersebut sudah selesai dibuat dan disahkan, namun kenyataannya di lapangan patok batas wilayah tidak kunjung selesai dikerjakan.

Terhadap kondisi tersebut, Ketua DPRD Siak Indra Gunawan mengaku kecewa dengan kinerja Pemkab Siak. Dia menilai, pemerintah tidak serius dalam mengurusi persoalan di kampung-kampung. Sebab, sampai sekarang dirinya masih saja menerima banyak pengaduan masyarakat soal batas wilayah tersebut.

"Seharusnya pemerintah bisa memberikan kepastian hukum di masyarakat. Saya sangat kecewa dengan kinerja pemkab terkait persoalan tapal batas di sejumlah kampung dan kecamatan yang sampai sekarang tak selesai. Padahal, payung hukum berupa Perda sudah ada," ungkap Indra kepada wartawan, Jumat (5/4/2019).

Menurutnya, beberapa tapal batas yang menjadi pengaduan masyarakat adaah perbatasan Kampung Rawa Mekar Jaya dengan Kampung Penyengat (Tanjung Pal), Kemudian batas Kampung Teluk Lanus dengan Kampung Penyengat dan batas Kampung Sungai Rawa dengan Kampung Penyengat. 

Ada juga soal batas sejumlah kecamatan di Siak dengan kabupaten lain. "Kita berharap, pemerintah bisa hadir di masyarakat menyelesaikan persoalan tapal batas ini. Pemerintah harus bisa memberikan kepastian hukum kepada masyarakat," ujarnya.

Indra mengingatkan adanya indikasi dari sejumlah para pemangku kepentingan di kampung yang sudah bertindak menyalahi wewenang dengan mengeluarkan surat yang seharusnya bukan menjadi kewenangannya. "Kita minta Pemkab segera menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak merugikan masyarakat," tukasnya.  

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu masyarakat Kampung Rawa Mekar Jaya mendesak pemerintah untuk menyelesaikan persoalan patok batas wilayah mereka dengan Kampung Penyengat (Tanjung Pal).

Sebab, karena tidak adanya kejelasan soal tapal batas itu membuat masyarakat di kedua kampung tersebut hampir terlibat bentrokan fisik. "Jika sudah ada korban siapakah yang disalahkan. Makanya kita desak pemerintah segera bertindak dengan membuat patok batas kampung sesuai Perda yang sudah ada," ujarnya. (*)





Penulis: Satria Donald
Editor: Boy Surya Hamta
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version