x
Kejaksaan Segera Limpahkan Berkas Dugaan Korupsi Plt Sekdakab Kuansing Riau Cs
Kajari Kuansing Hadiman SH, MH (empat dari kiri) mimimpin ekspose. (Foto:Istimewa)

Kejaksaan Segera Limpahkan Berkas Dugaan Korupsi Plt Sekdakab Kuansing Riau Cs

Jumat, 05 Juni 2020, 15:09:30
KUANSING-Tim Kejaksaan Negeri Kabupaten Kuansing, Riau telah menyelesaikan pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan korupsi di bagian umum Sekretariat Daerah (Setdakab) Kuansing tahun APBD 2017. Berkasnya segera dilimpahkan ke pengadilan.

“Saksi sudah diperiksa semua,” kata Kepala Kejari Kuansing Hadiman SH, MH melalui tim penyidik Doni Saputra SH, Jumat (5/6/2020).

Namun pihaknya sedang melakukan finalisasi. Bila sudah selesai, berkas akan segera dilimpahkan. “Secepatnya (dilimpahkan ke pengadilan),” kata Doni.

Kasi Intel Kejari Kuansing Kicky Arityanto SH, MH juga mengatakan hal yang sama. “Belum lengkap. Kalau sudah lengkap, segera dilimpahkan ke PN,” katanya.

Dalam kasus ini, dugaan kerugian negara diperkirakan Rp 10,4 miliar. Kejari Kuansing sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Banyak saksi yang diperiksa dalam kasus ini. Bahkan bupati Kuansing Drs H Mursini MSi dan wakil bupati H Halim juga sudah diperiksa.

Selain itu, sejumlah eks DPRD Kuansing periode lalu juga sudah diperiksa. Pejabat Pemkab Kuansing dan pihak ketiga juga banyak diperiksa.

Diketahui, 1 April lalu, Kejari Kuansing sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini. Adapun lima tersangka yang ditetapkan dalam kasus dugaan korupsi ini yakni MHL ; plt Sekda Pemkab Kuansing selaku pengguna anggaran (PA) pada enam kegiatan tersebut.

Tersangka kedua, MS ; sebagai pejabat kepala bagian umum Setda Pemkab Kuansinh dan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada enam kegiatan tersebut.

Tersangka ketiga yakni VA selaku bendahara pengeluaraan rutin di Sekeretariat Daerah Pemkab Kuansing dan pada enam kegiatan tersebut.

Tersangka keempat yakni HH, selaku Kasubag kepegawaian sekretariat derah Pemkab Kuansing dan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan pada lima kegiatan.

Tersangka kelima yakni YH sebagai Kasubag tata usaha sekretariat daerah Pemkab Kuansing dan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan pada satu kegiatan.

Anggaran yang diduga di korupsi tersebut terdapat pada APBD 2017 Pemkab Kuansing. Ada enam kegiatan di bagian umum Setda Kuansing yang diduga jadi bancakan para tersangka.

Enam kegiatan yang jadi banjakan tersebut yakni Kegiatan dialog atau audiensi dengan toko-tokoh masyarakat, pimpinan/anggota organisasi sosial masyarakat ; Penerimaan kunjungan kerja pejabat negera/dapertemen/lembaga pemeringah non dapeetemen/luar negeri ; Rapat korlordinasi unsur muspida ; Rapat koordinasi pejabat pemerintah daerah ; Kunjungan kerja/ inspeksi kepala daerah / wakil kepala daerah dan terakhir Penyediaan makan dan minum (rutin).

Total nilai enam kegiatan tersebut pada Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) yakni sebesar Rp 13.300.600.000. Sedangkan realisasi anggaran sebesar Rp 13.209.590.102.

Padahal anggaran yang dikeluarkan hanya sebesar Rp 2.449.359.263 dan pajak sebesar Rp 357.930.313. Sehingga terdapat selisih bayar atau kerugian negara Rp 10.462.264.516.

Dari kerugian negara tersebut, sudah dikembalikan sebesar Rp 2.951.910. Artinya, sisa kerugian negara yang belum dibayarkan sebesar Rp 7.451.038.606. Melihat angka tersebut, hampir 76 persen lebih anggaran diduga dikorupsi. Hanya sekitar 24 persen yang digunakan untuk enam kegiatan tersebut.

Pola korupsi yang dilakukan lima tersangka yakni mark up. Ini diketahui pihak Kejari Kuansing setelah melakukan pemeriksaan saksi. Total 48 saksi yang diperiksa.

Dari 48 saksi yang diperiksa tersebut sebanyak 29 orang berasal dari pihak ketiga. Ada 29 pihak ketiga yang diperiksa. Mereka mengatakan hampir semua LPJ yang dibuat tersangka tidak sesuai dengan kwitansi real. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version