x
Kepala BNPB Doni Monardo Sebut Terjadi Pemerkosaan Terhadap Gambut
Pemadaman karhutla di Riau beberapa waktu lalu. (Foto:Istimewa)

Kepala BNPB Doni Monardo Sebut Terjadi Pemerkosaan Terhadap Gambut

Rabu, 09 Oktober 2019, 08:21:44
JAKARTA-Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo menyebut, telah terjadi pemerkosaan terhadap lahan gambut di tanah air. Pasalnya, lahan gambut yang kodratnya basah, berair dan berawa dipaksa kering.

"Ketika hari ini kita memaksa kawasan gambut itu menjadi kering, saya katakan telah terjadi pemerkosaan lingkungan. Telah terjadi pemerkosaan terhadap gambut," kata Doni dengan nada cukup tinggi di hadapan pengusaha kelapa sawit dan pejabat daerah di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Karena itu, Doni meyampaikan jangan salahkan gambut bila saat ini lahan yang kering itu terbakar. Dan telah membuat berbagai pihak kewalahan. Menurutnya, gambut sendiri merupakan fosil batubara muda. 

Layaknya batubara, gambut memiliki daya bakar yang cukup tinggi bila ia mengalami pengeringan. Hal itu terkonfirmasi juga dalam catatan sejarah. Kata Doni, gambut pernah digunakan Adolf Hitler sebagai bahan bakar dalam industri militernya.

"Dan tadi malam saya ketmu sama seseorang yang menjelaskan tentang bahwa ke depan gambut ini akan menjadi bahan bakar untuk pesawat terbang. Wallahualam Bisshawab, saya tidak tahu ilmunya seperti apa," ungkap Doni.

Karena sudah mengetahui karakter gambut, Doni meminta seluruh pihak untuk memperlakukan gambut sebagaimana sifat dasarnya. Hal ini agar tidak terjadi kebakaran yang begitu menyita energi dan meteri.

"Apa kodrat gambut? Kodrat gambut adalah basah, berair dan berawa," terangnya.

Pendapatan Negara Terbesar dari Sawit
Di sisi lain, Doni menjelaskan, pendapatan negara terbesar sampai dengan tahun kemarin berasal dari kelapa sawit. "Bukan dari minyak dan gas, tetapi sawit," ujar Doni di Kantor BNPB.

Kendati begitu, menurut Doni, kita harus mengakui bahwa sawit telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi penerimaan negara. Salah satunya penyumbang devisa bagi negera yang cukp signifikan. 

Tahun 2017 lalu mencapai angka Rp 263 triliun. Sedangkan tahun kemarin cenderung menurun. "Kita tahu, pendapatan negara terbesar sampai dengan tahun kemarin itu dari sawit. Bukan dari minyak dan gas, tetapi sawit," ujar Doni.

Sebelumnya di hadapan para pengusaha sawit, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) menepis tudingan berbagai pihak, termasuk media yang menduga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia demi membuka lahan perkebunan kelapa sawit.

Penasihat Kemenko Perekonomian Li Chen We mengatakan, narasi seperti itu tidak terkonfirmasi dengan fakta yang sesungguhnya. Ia menunjuk bukti terkait moratorium Indonesia terhadap pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit. "(Dalam) Perpres Nomor 8 Tahun 2018," kata Li Chen We di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Selain itu, lanjut Li, saat ini harga sawit pun dalam keadaan memprihatinkan. Kata Li, harga kepala sawit saat ini hanya di bawah Rp 500 perkilogramnya. Hal itu ditujukan dari keengganan para petani sawit untuk memupuk tanamannya. "Jangan membakar, yang sudah ada saja tidak mau memelihara," papar Li. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Liputan6.com
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version