x
Maksimalkan Hujan Buatan, BPPT Berencana Tambah Bahan Semai
Ilustrasi penyemaian untuk hujan buatan. (Foto:Istimewa)

Maksimalkan Hujan Buatan, BPPT Berencana Tambah Bahan Semai

Selasa, 17 September 2019, 07:24:52
PEKANBARU-Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyampaikan untuk menambahkan penggunaan Kapur Tohor aktif (CaO) sebagai bahan semai, untuk meningkatkan efektivitas teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, dibutuhkan hujan buatan yang lebih besar untuk mengatasi karhutla yang sudah menghanguskan ribuan hektare hutan dan lahan di Tanah Air.

"Kami akan tingkatkan upaya TMC dengan upaya Kapur Tohor aktif (CaO) sebagai bahan semai. Nanti akan disemai pagi hari untuk meningkatkan kualitas udara yang memudahkan pertumbuhan awan. Setelah awan tumbuh baru disemai dengan NaCl pada siang hingga sore," kata Hammam dalam keterangan resmi, Selasa (17/9/2019).

Dia berharap, operasi hujan buatan berjalan secara sistemik untuk mengendalikan kandungan air, kelembaban, dan tinggu muka air gambut. Menurutnya pengendalian tersebut bisa dilakukan melalui sistem informasi, penyebaran sensor IoT dan integrasi big data lahan gambut.

"Karena itu, keterpaduan kegiatan monitoring kandungan air lahan gambut, pembangunan bendung-bendung di area gambut, serta pengisian atau pembasahan air di lahan gambut baik melalui cara-cara manual seperti dengan pompa maupun cara modifikasi cuaca harus dilakukan secara sistemik," tukasnya.

Dijelaskan, jika dilakukan pada saat yang tepat, operasi hujan buatan mampu menghasilkan air dalam jumlah hingga jutaan meter kubik per hari..

Namun hal tersebut masih bergantung pada ketersediaan awan yang menjadi medium bahan semai. Disamping itu ia mengatakan operasi ini tetap harus memerhatikan level air gabut.

Hammam menyinggung, untuk upaya optimal BPPT agar diberikan penugasan nasional dan memiliki independensi melakukan operasi TMC yang berkelanjutan. "Agar operasi TMC dapat dilakukan secara berkelanjutan, kami juga butuh dukungan anggaran, peralatan utama berupa pesawat dan kesiapan sumber daya manusia, mulai dari perekayasa, peneliti dan pelitkayasa," tukasnya. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version