x
Membaca Jejak Digital Ustad Abdul Somad di Pilkada 2018

Membaca Jejak Digital Ustad Abdul Somad di Pilkada 2018

Selasa, 09 Januari 2018
Oleh: Alwira Fanzary*

TIDAK dapat disangkal, saat ini Ustad Abdul Somad (UAS) tengah menjadi magnet di masyarakat, baik dunia nyata maupun dunia ghaib (Mengambil istilah UAS). Setiap ceramah UAS bisa dihadiri langsung ribuan jamaah dan juga melalui live streaming. 

Lalu apa korelasi daya pikat UAS dalam konstelasi pemilihan kepala daerah tahun 2018 ini? Bagi yang tunak menyimak ceramah-ceramahnya dan tidak hanya terbawa arus euforia massa yang menggandrungi ustad pemburu beasiswa ini, maka ada 3 aspek penting yang disampaikannya kepada jamaah. Yang pertama tentang Politik, Ekonomi dan Pendidikan. 
 
Tiga hal penting tersebut menjadi penekanan dalam setiap cermahnya, baik dalam tabligh akbar maupun kajian terbatas. Saya ketika pertama kali mendengar ceramah UAS 4 tahun lalu di salah satu Masjid di Jalan Taman Karya Pekanbaru, langsung terpikat dengan dalamnya isi dan mudah dicernanya setiap kata-kata UAS. Bahkan hari itu saya menghadiri tiga kajian yang UAS menjadi penceramahnya. Jelas sekali pengagum Buya Hamka ini tegas mengajak umat untuk menggunakan hak politiknya.
 
Setiap pemangku kebijakan (politik) diawali dengan pemberi kuasa, yakni rakyat. Sebab itu tak henti-henti UAS mengingatkan umat atau rakyat tidak lagi memberi amanah kekuasaan pada mereka yang nantinya tidak peduli dengan apa kepentingan dan keinginan rakyat. Namun harus ada kontrak politik yang jelas, dan tidak hanya janji-janji normatif yang diiringi dengan beberapa lembar rupiah. 

UAS hanya memberi tanda dan syarat pemimpin seperti apa yang harus dipilih kelak. Dan jangan harap dia akan menyebut nama seorang tokoh untuk dijadikan pemimpin atau mengarahkan memilih suatu partai politik. 
 
Bagi yang belum menentukan pilihan, bahkan selama ini antipati dengan politik akan sangat "terpengaruh" dengan kriteria pemimpin yang layak untuk dipilih berdasarkan apa yang disampaikan UAS. Dan ternyata ini sudah terbaca oleh salah seorang Balon Gubernur di Bumi Lancang Kuning (Riau) yang juga merupakan daerah asal UAS. 

Dalam kesempatan Deklarasi, Balon Gubernur ini menjanjikan akan sangat peduli dengan pendidikan, seperti akan membangun asrama mahasiswa yang layak di Mesir(Negara UAS menempuh pendidikan). Sebab UAS pernah berucap bahwa semasa kuliah di Mesir, kepedulian kepala daerah, bahkan negara terasa absen. Ini berbanding terbalik dengan kepedulian negara lain bagi mahasiwanya yang menempuh pendidikan di negeri Piramid tersebut. 
 
Calon Kepala Daerah sudah membaca titik kumpul masyarakat yang bernama UAS ini dan mengumbar untuk mewujudkan harapan UAS kepada khalayak, dan itu sah-sah saja. Sekarang tinggal lagi calon pemilih kepala daerah yang juga "pecinta UAS" untuk kembali membuka file-file petuah UAS kepada calon pemimpin seperti apa kekuasaan politik diamanahkan. Terakhir saya kutip Gurindam 12 Mahakarya Raja Ali Haji pasal ke 12.
 
Raja mufakat dengan menteri,
Seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
Tanda jadi sebarang kerja.
Hukum ‘adil atas rakyat,
Tanda raja beroleh ‘inayat.
Kasihkan orang yang berilmu,
Tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
Tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
Itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
Kepada hati yang tidak buta.
 
*Penulis adalah OKP Lingkar Anak Negeri Riau 
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version