x
Meski Anggaran Defisit, Anggota DPRD Riau Tetap Berangkat ke Rusia dan Argentina
Ilustrasi perjalanan ke luar negeri. (Foto:Istimewa)

Meski Anggaran Defisit, Anggota DPRD Riau Tetap Berangkat ke Rusia dan Argentina

Sabtu, 06 Oktober 2018, 12:43:38
PEKANBARU-Meski anggaran daerah sedang defisit, tidak menyurutkan semangat anggota DPRD Riau melakukan perjalanan dinas ke Rusia dan Argentina. Kepala Pusat Hubungan Luar Negeri Kemendagri Nelson Simanjuntak menyebut, September lalu ada tiga usulan dari Riau untuk wakil rakyat bepergian ke luar negeri.

"Pada usul tertanggal 15 September 2018, ada tiga delegasi yang kami terima sesuai Permendagri 29 tahun 2016 dan pedoman perjalanan dinas luar negeri Kepala Daerah dan wakil rakyat," ujar Nelson.

Dari tiga delegasi tersebut diketahui, agendanya tanggal 17-23 September ke Rusia, kemudian tanggal 29 September sampai 2 Oktober ke Argentina disusul tanggal 17-23 Oktober ke Rusia kembai. "Setiap rombongan ada lima orang dan ada yang sudah berangkat, ada juga yang akan berangkat," ujar Nelson.

Namun dari rombongan yang rencananya berangkat, ada anggota anggota dewan yang mengajukan untuk tidak berangkat, yakni Ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli yang dalam jadwal berangkat ke Rusia. "Yang batal itu berangkat ibu ketua. Tiga hari lalu buat surat tidak jadi berangkat, sedangkan yang lain lanjut terus," ujarnya.

Dikatakan, tahun ini rombongan yang diberi izin baru tiga rombongan ini saja dan bagi Nelson kegiatan yang mesti dijalankan karena sudah disusun di APBD. "Tahun ini baru tiga rombongan itu aja," ulasnya.

Mulai tahun ini, menurut Nelson, terkait aturan perjalanan dinas luar negeri Kepala daerah dan wakil rakyat diatur dengan tertib melalui PP 28 tahun 2018, dimana setiap pulang harus buat laporan 7 hari sesudah tiba di Indonesia.

"Dulu tidak pernah ada sanksi sekarang kita tertibkan bagi yang tidak ada laporan nanti akan diberikan sanksi. Ini untuk penerbitan agar asa hasil yang didapat ketika keluar negeri itu khususnya pelayanan publik," ujarnya.

Untuk sanksi, kata Nelson tergantung bagaimana kesalahannya, mulai dari teguran ringan, teguran sedang dan bahkan teguran berat. "Ketika tidak buat laporan. Ada teguran ringan sedang dan berat. Hukuman paling beratnya lagi pergi begitu saja tanpa izin akan dihukum berat," tukasnya.

Ditanya agenda rombongan Dewan Riau ke Argentina dan Rusia tersebut, pihaknya mengaku belum mendapatkan laporan secara resmi, karena biasanya didapat setelah kembali dari perjalanan dinas tersebut. "Laporannya belum dikirim ke kami, kami akan langsung bergerak kalau lebih dari 7 hari," ujarnya.

Sementara soal tertutupnya Sekretaris Dewan dan Anggota dewan soal perjalanan ke luar negeri tersebut sangat disayangkan Nelson, karena semua informasi harus transparan. "Semua layanan publik seharusnya dipublish, semua sudah transparan dan salah mereka tidak beritahu rakyat mereka pergi keluar negeri, Sekwan harus Umumkan," ujar Nelson.

Di sisi lain, Plt. Gubenur Riau Wan Thamrin Hasyim soal keberangkatan anggota Dewan ke luar negeri mengaku tidak tahu dan tidak mendapatkan kabar. "Tidak tahu saya, itu kan urusan Dewan, saya tidak tahu," ujar Wan Thamrin. (*)







Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version