x
Napi Lapas Bengkalis Riau Ditangkap di Brastagi Sumut Usai Kabur Memanjat Tembok 7 Meter
Napi Syamsuardi kembali ditangkap. (Foto:Istimewa)

Napi Lapas Bengkalis Riau Ditangkap di Brastagi Sumut Usai Kabur Memanjat Tembok 7 Meter

Selasa, 02 Juni 2020, 11:16:20
BENGKALIS-Seorang narapidana Lapas Klas IIA Kabupaten Bengkalis, Riau melarikan diri. Dalam aksinya, sang narapidana memanjat tembok lapas setinggi tujuh meter. Napi tersebut diketahui bernama Syamsuardi dan diamankan kembali di kawasan Brastagi, Sumatera Utara, Minggu (31/5/2020).

Kepala Lapas Bengkalis Edi Mulyono, Selasa (2/6/2020) mengatakan, warga binaan itu diamankan petugas Lapas Bengkalis dan Polres Tanah Karo. Keberadaannya diketahui dari informasi masyarakat.

Kalapas kemudian memerintahkan enam orang petugasnya melakukan penjemputan. Saat mengamankan Syamsuardi, petugas terlebih dahulu berkoordinasi dengan Polres setempat.

Syamsuardi saat diamankan tinggal di rumah saudara iparnya yang berada di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Brastagi, Kabupaten Karo, Sumut.

Berdasarkan informasi keberadaannya, tim Lapas Bengkalis bersama Polres Tanah Karo langsung mendatangi rumah diduga tempat persembunyian narapidana kasus narkoba ini. Saat petugas datang, Syamsuardi sempat berusaha melarikan diri dan bersembunyi dalam kebun yang berada tidak jauh dari rumah tempat dia tinggal.

Petugas kemudian melakukan penyisiran juga belum berhasil menangkapnya. "Namun pada malam harinya sekitar pukul 19.30 WIB tim dapat info bahwa Syamsuardi kembali ke rumah. Dari informasi tersebut, tim langsung kembali ke rumah dan melakukan pengepungan. Namun dia sempat lari ke arah selatan dan berhasil ditangkap di belakang SMIK Brastagi," terang Edi.

Panjat Tembok 7 Meter
Sebelumnya, dua napi Lapas Klas IIA Bengkalis dikabarkan melarikan diri. Upaya kabur duanya berlangsung, Kamis (23/4/2020) sore sekitar pukul 15.45 WIB.

Keduanya merupakan warga binaan blok B tahanan Lapas dengan kamar berbeda. Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Bengkalis Aris Yuliyanta mengatakan, dua warga binaan yang melarikan diri tersebut bernama Syamsuardi narapidana kasus narkoba dengan hukuman tujuh tahun enam bulan penjara.

Kemudian rekannya Syafran terpidana kasus narkoba dan pencurian dengan masa hukuman lima tahun penjara. Mereka melarikan diri, memanfaatkan waktu berangin-angin atau waktu keluar dari sel tahanan untuk menikmati udara segar namun tetap dalam blok kamar tahanan.

Di mana waktu berangin angin secara rutin diberikan petugas Lapas Bengkalis saat selama dua jam, mulai pukul 14.00 WIB siang hingga pukul 16.00 WIB. "Waktu berangin-angin inilah dimanfaatkan dua narapidana untuk melarikan diri. Untuk keluar dari blok tahanan mereka membobol gorong gorong blok tahanan mereka," ungkap Aris.

Setelah berhasil membobol, gorong-gorong, dua warga binaan ini juga merusak terali di dalam gorong-gorong dan keluar menuju di area brandgang atau ruangan antara sel dan tembok dalam lapas melalui gorong-gorong.

Mereka kemudian menelusuri tembok dalam dan melompat keluar melalui sekur tembok luar. "Aksi mereka ini kita ketahui menjelang masuk sel tahanan setelah berangin-angin digelar apel awal warga binaan sebelum dimasukkan dalam sel. Saat apel inilah kita ketahui ada dua warga binaan yang kurang," ungkapnya.

Mengetahui dua tahanan kurang petugas lapas melakukan pengecekan di kamar-kamar lain. Pemeriksaan di kamar lain dilakukan untuk mengetahui mana tau kemungkinan mereka menyelinap ke kamar lain, ternyata setelah dicek tidak ada.

"Kita langsung melakukan pengecekan CCTV pada pukul 17.00 WIB sore. Hasil pengecekan inilah terlihat dua orang ini sedang berada di brandgang samping dan memanjat pagar," tambahnya.

Karena jelas melarikan diri, Lapas Bengkalis langsung berkoordinasi dengan Polres Bengkalis untuk melakukan pencarian. Satu napi berhasil diamankan, Kamis (25/4/2020) malam.

Warga binaan yang berhasil diamankan tersebut yakni Syafran. Dia tangkap kembali setelah ditemukan oleh petugas saat berada di kebun sawit warga Desa Desa Pangkalan Batang, Kecamatan Bengkalis.

"Anggota lapas yang mengetahui identitas pelaku berada dalam pondok sawit tersebut langsung menangkapnya. Kini pelaku sudah kita amankan dan dibawa ke lapas Bengkalis," ujarnya. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version