x
Naufal, Pelajar SMP Mengurus 4 Adiknya Itu Ternyata Tak Terlantar, Ini Penjelasan Diskesos Pelalawan
Dinas Kesejahteraan Sosial memberikan bantuan. (Foto:T Arjan/FokusRiau.Com)

Naufal, Pelajar SMP Mengurus 4 Adiknya Itu Ternyata Tak Terlantar, Ini Penjelasan Diskesos Pelalawan

Sabtu, 19 Januari 2019, 06:20:20
PELALAWAN-Setelah kisah pilu yang dialami Andini, remaja 14 tahun di Kabupaten Pelalawan yang harus merawat dua adik balitanya setelah sang ibu meninggal menyita perhatian publik. Kini muncul kisah serupa dari warga lain di Dusun Pekan Tua, Desa Kuala Tolam, Kecamatan Pelalawan. 

Andini yang sekarang sudah memperoleh perhatian pemerintah dan masyarakat, sebelumnya harus berjuang melawan kerasnya hidup. Dia merawat dua adiknya yang masih balita, Purwati berusia 1,8 tahun dan Duratul Jannah berusia 4 bulan.

Purwanti adik keduanya saat ini sudah menjalani perawatan di RSUD Pelalawan. Menurut pemeriksaan dokter, Purwanti mengalami infeksi paru-paru. Namun kondisinya sudah mulai membaik.

Kondisi Andini juga sudah membaik, setelah memperoleh bantuan dari pemerintah dan berbagai kalangan. Bahkan, rumahnya yang tak layak huni sekarang sedang dalam program pembedahan. 

Kisah haru Andini ternyata juga dialami Naufal, remnaja yang sekarang duduk di kelas 1 SMP Pekan Tua. Dia harus mengurus 4 adiknya, setelah ibunya Kunafah (43) meninggal dunia dan ayahnya Tardi pergi setahun lalu dan sampai sekarang tak tahu rimbanya.

Kisan Naufal tersebut juga viral di media sosial seperti kisahnya Andini. Tak ingin berlama-lama, Dinas Kesejahteraan Sosial (Diskesos) Kabupaten Pelalawan, Riau langsung bergerak cepat.

Sekretaris Dinas Sosial Dra Srinoralita bersama dua orang kepala seksi, Nasri dan Lili langsung berkunjung ke rumah Naufal di Desa Kuala Tolam. Kedatangan Srinoralita dan rombongan disambut Kades Rupardi dan perangkat desa. 

Dari kantor desa, rombongan meneruskan perjalanan mengunakan pompong menuju Dusun Pekan Tua dan tiba di rumah Naufal, sore hari. Saat itu, Srinoralita menyerahkan bantuan berupa sembako, perlengkapan bayi, pakaian, peralatan dapur dan tikar.

"Kita atas nama Pemerintah Kabupaten Pelalawan memberikan bantuan terhadap keluarga Naufal yang membutuhkan untuk menghidupi adik-adiknya. Ke depan, kita akan usahakan agar Naufal mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bedah Rumah Dinas Sosial," ujarnya.

Srinoralita kepada wartawan yang ikut bersama rombongan menjelaskan, kehidupan keluarga Noufal sebenarnya tidak terlantar seperti beredar di media sosial selama ini. Kehidupan mereka saat ibunya masih hidup, biasa saja meski tanpa ayah. 

Mereka hidup dari hasil sawit di belakang rumahnya. Setelah ibunya meninggal, baru kehidupan mereka menjadi viral. Karena Naufal harus mengurus keempat adiknya sendirian. "Ya namanya sudah takdir, ibunya meninggal. Walaupun ibunya meninggal, Naufal tidak sendirian mengurus adiknya. Masih ada nenek dan pamannya yang membantu. Bahkan kedua adiknya sudah diasuh keluarganya di Labuhan Bilik," urai Srinoralita.

Hal sama diamini Kepala Desa Kuala Tolam yang baru sebulan di lantik, Rupardi. Dia mengaku keberatan bila Naufal dan 4 adiknya serta sang nenek diberitakan hidup terlantar. "Saya dan warga disini keluarga mereka. Rumah saya berjarak tiga rumah dari rumah Noufal," ujarnya. 

Menurutnya, kisah keluarga Noufal bermula dari dua tahun lalu. Mereka pindah sekitar dua tahun lalu dari Jawa dan sudah memiliki rumah di Dusun Pekan Tua. Keluarga terdiri dari lima anak bersaudara kandung, sementara ibunya bernama Kunafah (43) baru meninggal 40 hari dan ayahanda Tardi (38) sudah setahun bekerja di kapal ikan di Tanjung Priok Jakarta dan sampai sekarang tak tahu rimbanya.

"Banyak dari keluarga sang anak dan warga yang ingin mengasuh adik-adik dari Naufal, namun sang nenek tidak memperbolehkannya," kata Kades.

Dikatakan, di rumah yang sempat menjadi viral saat ini masih ada anak pertama laki-laki bernama Naufal dan sekolah di SMPN Pekan Tua. Kemudian anak nomor 4 laki-laki masih belum sekolah dan diasuh neneknya. Kemudian anak kedua bernama Cahya duduk di kelas 5 SD dan anak ke 3 bernama Zahra di kelas 1 SD.

Keduanya perempuan tinggal bersama keluarga paman dari ibunya di Desa Labuhan Bilik. Sedangkan anak ke 5 atau sibungsu bernama Anissa diasuh paman ibunya di SP 1 Dusun Pekan Tua. "Jadi saya keberatan keluarga ini dikatakan terlantar," pinta Rupardi.

Dijelaskan, untuk keperluan sekolah Naufal, pihak sekolah dan Pemerintahan Desa sudah mengrastikan semua kebutuhan Naufal sampai tamat SMP. Sedangkan untuk kebutuhan sehari hari sudah terpenuhi, karena mereka ada sawit yang sekarang di urus neneknya. Neneknya juga sudah mendapat bantuan PKH dari Diskesos.

"Insya Allah, ke depan Naufal dan adiknya akan dimasukan Dinas Sosial pada program PKH dan rumah mereka tahun depan akan direhab melalui Program Bedah Rumah Diskesos 2020, seperti janji Diskesos yang diamini Sekretaris Dinas Sosial Srinoralita," tukasnya. (*)





Penulis: Tengku Arjan
Editor: Boy Surya Hamta
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version