x
Pelalawan Cerdas, Upaya Dinas Pendidikan Tingkatkan Kualitas SDM Masyarakat
Bupati HM Harris meninjau pelaksanaan UNBK SMA sederajat. (Foto:Istimewa)

Pelalawan Cerdas, Upaya Dinas Pendidikan Tingkatkan Kualitas SDM Masyarakat

Rabu, 15 Agustus 2018, 08:56:07
PELALAWAN-Pendidikan merupakan salah satu faktor penting utama dalam pembangunan, khususnya peningkatan sumber daya manusia (SDM). Bila SDM satu daerah baik, tentunya kualitas pembangunan di daerah tersebut akan baik pula.

Pemikiran tersebut menjadi salah satu visi misi Bupati Pelalawan HM Harris dalam membangun Pelalawan. Melalui 7 program strategisnya, HM Harris menempatkan sektor pendidikan melalui Pelalawan Cerdas sebagai salah satu program unggulan.

Program itu juga sudah direalisasikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Pelalawan. Mulai pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, semua menjadi perhatian Pemkab Pelalawan. Dalam implementasi program Pelalawan cerdas, HM Harris melakukan pembenahan merata mulai dari ibukota sampai kecamatan.

Buktinya Akademi Komunitas Negeri Pelalawan (AKNP). Perguruan tinggi ini telah menggelar wisuda angkatan II tahun 2016 lalu. Tak sampai disitu, cita-cita HM Harris untuk menciptakan SDM yang mampu bersaing di tingkat internasional direalisasikan melalui Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) di Kawasan Technopark, Kecamatan Langgam.
 
 
Bupati HM Harris menghadiri wisuda angkatan kedua mahasiswa AKNP.(Foto:Istimewa)  
 
Inilah bukti komitmen pemerintahan Harris-Zardewan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya membuat Peraturan Daerah No 13 tahun 2013 dan Peraturan Bupati No 13 tahun 2013 tentang pendidikan gratis. Bhpati bahkan melarang pungutan dalam bentuk apapun terhadap siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan Drs.Syafruddin memaparkan program pendidikan di Pelalawan. Khusus untuk Pelalawan Cerdas melalui pendidikan gratis 12 tahun menjadi salah satu program utama yang dijadikan pondasi menciptakan masyarakat mandiri. "Ada tiga poin penting pendidikan gratis bisa tepat sasarannya," kata Syafruddin. 
 
 
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan Drs. Syafruddin. (Foto:Istimewa)  
 
Pertama, siswa tidak dipungut uang pembangunan fisik sekolah, seperti uang pembangunan kelas, mushalla, laboratorium, toilet dan lain sebagainya. Artinya, apapun bentuk pembangunan fisik di sekolah, siswa tidak akan dikenakan biaya.

Kedua, buku Lembar Kerja Siswa (LKS) atau buku pelajaran mulai SD sampai SMA/sederajat tidak dikenakan biaya. Pihak sekolah tidak akan menjual LKS atau pun buku pelajaran, karena telah dianggarkan dalam APBD. 

Ketiga pemberkasan atau verifikasi. Artinya, siswa dalam hal ini akan mendapatkan kebutuhan sekolah berupa sepatu, kaos kaki dan seragam sekolah atau disebut full gratis. "Namun full gratis ini hanya diperuntukkan bagi fakir miskin dan golongan tak mampu saja,” ujar Syafruddin.

Sebelumya, Bupati HM Harris menyoal pendidikan gratis sesuai Perbup Nomor 13 tahun 2013 pasal 8 tentang kriteria pembebasan pungutan. Dimana disebutkan, ada dua poin termaktub di situ. Pertama peserta didik yang kurang mampu adalah peserta didik yang berasal dari keluarga dalam kategori mendekati miskin, miskin dan sangat miskin sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Pelalawan Nomor 28 tahun 2010 atau sesuai peraturan lain yang berlaku.
 
Kedua terkait kriteria itu adalah peserta didik yang berprestasi. Artinya, para siswa yang memiliki potensi serta prestasi dalam bidang olahraga, seni, akademik dan bidang lainnya yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Pelalawan. 

Setelah melakukan pematangan terhadap program Pendidikan gratis, Pemkab Pelalawan melalui Dinas Pendidikannya juga melakukan pemantapan sumber daya manusia tenaga honorer.
 
 
Wakil Bupati Zardewan menghadiri acara di SMP Plus Mutaiara Harapan. Sekolah ini diharapkan mampu menjadikan generasi muda di Pelalawan sebagai generasi bangsa yang berkualitas. (Foto:Istimewa)  
 
Di sisi lain, Kinerja Dinas Pendidikan secara perlahan juga mulai membuahkan hasil. Tahun ini, rangking peserta UNBK tingkat SMA sederajat masih masuk delapan besar dengan jumlah peserta UNBK tahun ini sebanyak 102 orang dan peserta UNKP (Kertas Pensil) sebanyak 5874 orang. 

Di sisi lain, pemerintah melalui dana APBD juga sudah mengalokasikan dana di Disdik tahun 2018 sebesar Rp96.965.642,176. Dana itu digunakan untuk menunjang kesuksesan program Pelalawan Cerdas.

Dana itu digunakan untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan SDN pendidik dengan mengirimkan mereka pelatihan dan memberikan beasiswa belajar  bagi para guru. Terakhir membebaskan dari biaya pendidikan untuk muris SD-SMP. 

"Kita juga gunakan dana tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi dan terakhir, membantu biaya pendidikan anak melalui dana BOS dan BOSDA," ujas Syafruddin. (advhms)
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version