x
Pembusukan Sejarah di Buku Pelajaran Budaya Melayu Riau, Warga Sekijang Merasa Dilecehkan
Ahmad Taridi. (Foto: Andi Affandi/FokusRiau.Com)

Pembusukan Sejarah di Buku Pelajaran Budaya Melayu Riau, Warga Sekijang Merasa Dilecehkan

Sabtu, 11 Agustus 2018, 14:45:37
PEKANBARU-Warga Desa Sekijang, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau mengaku gusar dengan muncunya buku Budaya Melayu Riau terbitan Impressa, beberapa waktu lalu. Sebab dalam buku pelajaran SMP tersebut, terdapat kalimat yang dinilai sebagai sebuah fitnah dan pembusukan sejarah.

Ahmad Taridi, Kepala Desa Sekijang menyampaikan, buku pelajaran dimaksud menuliskan bahwa Desa Sekijang dulunya merupakan tempat persembunyian sepasang pengantin yang melakukan kawin lari. "Ini pelecehan sejarah yang merusak nama desa Sekijang," kata Ahmad Taridi, Sabtu (11/8/2018).

Ahmad Taridi melanjutkan, pihaknya sudah mengonfirmasi terkait hal tersebut ke Dinas Pendidikan Riau, namun Kadisdik belum berhasil dijumpai. Namun ketika dikonfirmasi ke Disdik Pekanbaru, Disdik mengaku tak tahu.

Senada itu, Rafizis, warga Pekanbaru yang merupakan anak keturunan Sekijang menyayangkan sejarah palsu dan fitnah yang justru disebarkan melalui lembaga pendidikan SMP di Kota Pekanbaru ini.

Sebagai instansi yang membidangi budaya Melayu Riau, Lembaga Adat Melayu Riau, sebut Rafizis harus tanggap atas masalah ini. "Kita sangat menyayangkan sikap LAM Riau yang seolah tidak teliti, apalagi ini sebuah fitnah yang menurut saya sangat keji," kata Rafizis.

Buku pelajaran berisi fitnah tersebut saat ini telah beredar. "Ini pembusukan sejarah, yang mengarang cerita ini harus diproses secara hukum," tegasnya. (*)
 
 
 
 
 
 
 
Penulis : Andi Affandi
Editor : Boy Surya Hamta
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version