x
Pengacara PT SSS Ajukan Penangguhan Penahanan dan Pembantaran AOH
Ilustrasi karhutla di Pelalawan. (Foto:Istimewa)

Pengacara PT SSS Ajukan Penangguhan Penahanan dan Pembantaran AOH

Selasa, 08 Oktober 2019, 19:59:12
PELALAWAN-Direktorat Reskrimsus Polda Riau, Senin malam menahan Manager Estate PT Sumber Sawit Sejahterah (SSS), Alwi Omni Harahap (AOH) dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2019.

PT SSS melalui Penasehat Hukum langsung mengajukan penanguhan penahanan terhadap AOH dengan berbagai alasan. Selain itu, pengacara juga memasukan pengajuan pembataran tahanan dengan mempertimbangkan kesehatan.

Pengacara PT SSS H Makhfuzat Zein SH, MH menyebut, dirinya dipercaya sebagai penasehat hukum perusahaan mendampingi yang bersangkutan dalam proses hukum di Direskrimsus Polda Riau.

Setelah menjalani proses penyelidikan dan penyidikan, dia menilai klienya tidak terkait langsung dengan tindak pidana Karhutla yang terjadi di daerah operasional perusahaan di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti.

"Perusahaan tidak terkait langsung dengan peristiwa tindak pidana Karhutla. Klien kami hanya diberi izin Departemen Kehutanan untuk lahan cadangan perkebunan," ujar HM Zein, Selasa (8/10/2019).

Diakui, setiap perusahaan yang diberikan Izin Usaha Perkebunan (IUP) ataupun izin-izin lainnya diharuskan menjaga lahan tersebut dari kerusakan lingkungan. Seperti Karhutla dan pencemaran limbah serta kerusakan lainnya, siapapun yang melakukannya tetap menjadi tanggungjawab perusahaan.

Polda Riau sudah menyelidiki peristiwa kebakaran di areal PT SSS dan menuding perusahaan lalai atas kejadian tersebut. Perusahaan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka korporasi yang diwakili Direktur Eben Ezer, sedangkan manajemen yang bertanggungjawab yakni Alwi Omni Harapan sebagai Pejabat Sementara (Pjs) manajer estate yang dilakukan penahanan.

"Kita sudah mengajukan penanggunghan penahanan dan pembantaran tahanan terhadap klien kami pak Alwi Omni Harahap," terang HM Zein.

Permohonan penangguhan penahan atas dasar perusahaan tidak terlibat langsun dengan peristiwa tindak pidana. Kemudian pihaknya menjamin bisa menghadirkan tersangka AOH setiap dibutuhkan keterangan dalam pemeriksaan oleh penyidik polisi.

Sedangkan alasan pengajuan pembantaran, lantaran kliennya mengalami penyakit pengeroposan tulang atau osteoporosis. Dimana proses pengobatannya haru intensif dan tidak boleh terputusa, karena bis berakibat fatal pada kesehatannya.

Pihaknya berharap Polda Riau bisa mengabulkan pengajuan penangguhan dan pembantaran tahanan atas pertimbang-pertimbangan yang disampikan. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version