x
Penyeludupan Manusia di Riau, Bawa TKI Ilegal dari Malaysia ke Rupat dengan Speedboat
17 TKI Ilegal dari Malaysia diamankan di Perairan Riau. (Foto:Tribunpekanbaru)

Penyeludupan Manusia di Riau, Bawa TKI Ilegal dari Malaysia ke Rupat dengan Speedboat

Kamis, 21 November 2019, 14:45:53
PEKANBARU-Upaya penyelundupan manusia di Riau terus berlangsung, Pelaku menggunakan speedboat untuk mengangkut para TKI ilegal dari Malaysia ke Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Beruntung, tim gabungan Kepolisian Perairan (Polair) Mabes Polri, Polda Riau dan Polres Bengkalis berhasil mengungkap kasus dugaan penyelundupan manusia di Riau tersebut.

Polisi mengamankan speedboat pengangkut belasan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diduga ilegal dari Malaysia ke Indonesia. Penegahan kapal dilakukan petugas di perairan Tanjung Medang, Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Kapal bermuatan 17 orang dewasa dan 1 orang bayi itu diketahui berlayar dari pelabuhan di perairan Pork Dickson, Malaysia tujuan Tanjung Leban, Bengkalis.

Direktur Polair Polda Riau Kombes Badarudin, didampingi Wadir AKBP Suprapto dan Kasubdit Gakkum AKBP Wawan Setiawan menjelaskan, keberhasilan menegah kapal yang mengangkut para TKI ilegal ini dilakukan, Sabtu (12/10/2019) lalu.

Saat itu, tim gabungan sedang menggelar patroli rutin di kawasan perairan sekitar Pulau Rupat. “Tim menemukan satu kapal speedboat bermuatan 18 orang, di daerah Tanjung Medang, Bengkalis. Ternyata saat diperiksa isinya warga kita (Indonesia) yang masuk dan keluar secara ilegal ke Malaysia,” urai Kombes Badarudin, Kamis (21/11/2019).

Dikatakan, seorang nakhoda kapal speedboat atau biasa disebut tekong berinisial MS alias Nanang, ikut diamankan. “Dari hasil pendalaman, para TKI ini bekerja secara ilegal di Malaysia. Untuk saudara MS, yang bersangkutan kita proses (hukum). Sudah P21 di Kejaksaan, dan hari ini kita lakukan tahap II (pelimpahan barang bukti dan tersangka ke JPU),” ungkapnya.

Dituturkan, pelaku MS yang merupakan warga Bengkalis, mengaku baru sekali menjadi tekong, membawa TKI ilegal dari Malaysia ke Indonesia. Satu trip mengangkut TKI ilegal dari Malaysia ke Pulau Rupat, dia mendapat bayaran Rp1,5 juta.

“Dia mengakunya baru satu kali. Ada rekannya yang kita masukkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Yaitu saudara Ari dan AS. Untuk yang Ari, dia tertangkap oleh Polisi Diraja Malaysia, kasus yang sama juga,” ujarnya.

Badarudin menambahkan, aktivitas mengangkut TKI ilegal ini melanggar Pasal 120 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, dan Pasal 323 ayat (1) junto pasal 219 ayat (1) UURI Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran.

“Ancaman hukuman penjara terhadap tersangka paling singkat 5 tahun dan maksimal 15 tahun, ditambah denda maksimal Rp1,5 miliar,” tukasnya. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version