x
Peringatan Hari Guru dan HUT PGRI, Momentum Wujudkan Pendidikan Berkualitas di Pelalawan
Bupati HM Harris menyerahkan reward voucher umroh kepada guru. (Foto:Istimewa)

Peringatan Hari Guru dan HUT PGRI, Momentum Wujudkan Pendidikan Berkualitas di Pelalawan

Jumat, 01 Desember 2017, 23:41:53
PANGKALAN KERINCI-PGRI Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menggelar senam bersama dan jalan sehat, Kamis (30/11/2017) pagi di Lapangan bola kaki Pangkalan Kerinci. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan HUT PGRI Ke 72 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2017.

Bupati Pelalawan HM Harris tampak hadir didampingi Kepala Dinas Pendididkan Drs Syafarudin MSi, Ketua PGRI Pangkalan Kerinci Hj Nuraida SPd MPd, Lurah Kerinci Timur Edi Arifin dan ratusan guru dan siswa.

Sebelumnya juga telah dilaksanakan berbagai kegiatan untuk menyemarakan HUT PGRI tingkat Kabupaten di Kecamatan Langgam. Menurut Bupati, pemerintah sudah mencanangkan Program Pelalawan cerdas sebagai salah satu program unggulannya. Hasilnya, sekarang telah dapat dirasakan masyarakat melalui berbagai kebijakan, seperti pendidikan gratis, tenaga pendidik berkualitas serta perbaikan fasilitas yang dinamis.

Sebagai komitmen dirinya dalam mewujudkan program Pelalawan Cerdas, dengan membuat landasan hukum pendidikan gratis yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 tahun 2013. Untuk menguatkan penerapan pendidikan gratis, Pemkab Pelalawan telah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Gratis. Sehingga kebijakan tersebut membuat Program Pelalawan Cerdas menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Pelalawan.
 
 
Bupati Pelalawan HM Harris memberikan sambutan pada acara kerjasama Dinas Pendidikan Pelalawan dengan rumah sakit sempena HUT PGRI ke 72 dan HGN ke 24 tahun 2017. (Foto:Istimewa)  
 
Selain itu, pemkab telah mengalokasikan anggaran pendidikan tahun ini sebesar 24,92 persen atau hampir 25 persen dari total APBD Pelalawan. Dimana pada pendidikan gratis ada tiga poin penting yang mencakup, yakni gratis segala macam bentuk uang pembangunan fisik. Gratis buku Lembar Kerja Siswa (LKS) atau buku pelajaran mulai SD hingga SMA/sederajat, karena telah dianggarkan dalam APBD.

Poin ketiga adalah pemberkasan atau verifikasi. Dimana para pelajar akan mendapatkan kebutuhan sekolah berupa sepatu, kaos kaki dan seragam sekolah atau disebut full gratis. Namun full gratis ini hanya diperuntukkan bagi fakir miskin dan golongan tak mampu saja.

Dengan program tersebut, HM Harris mengimbau semua pihak mendukung dan melaksanakan program tersebut. Terutama Dinas Pendidikan untuk pro aktif meninjau pelaksanaannya di lapangan. Tak hanya itu, dari segi kuantitas, kualitas dan kesejahteraan guru sebagai tenaga pendidik juga diperhatikan. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Drs H Syafruddin mengatakan, dari segi Kuantitas guru di Pelalawan masih tergolong cukup. Sementara mengenai kualitas guru juga terus membaik dan meningkat dari tahun ke tahun baik dari segi disiplin dan pengetahuan, Syafruddin mengatakan, akan terus mengadakan bimtek, pelatihan dan sosialisasi dengan sesuai anggaran yang ada demi terciptanya tenaga pendidik yang berkualitas.

“Kita selalu melakukan evaluasi secara berkelanjutan dan menyiapkan tenaga pendidik yang berkualitas baik dari segi kualitas maupun disiplin guru agar dapat menjadi teladan yang ditranformasikan kepada murid,” ungkapnya.
 
 
Bupati Pelalawan HM Harris didampingi wakil bupati Zardewan bersama para guru yang tergabung dalam PGRI. (Foto:Istimewa) 
 
Pemerataan pendidikan berkualitas
Di singgung mengenai upaya Pemkab Pelalawan dalam pemerataan pendidikan yang berkualitas, Syafruddin menjelaskan, pemkab selalu melakukan monitoring dan pembenahan secara berkelanjutan dan simultan ke daerah daerah sehinggar pelayanan pendidikan bisa merata di setiap daerah. 

“Kita telah memaksimalkan Peran Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), agar lebih pro-aktif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk memastikan program-program pendidikan berjalan dengan baik sesuai rencana dan aturan karena UPTD sebagai perpanjangan tangan Dinas Pendidikan”, ungkap mantan kadisducapil kabupaten Pelalawan ini..

Menurutnya, dengan memaksimalkan UPTD Pendidikan di daerah-daerah maka masalah pendidikan dapat segera teratasi. Dengan kata lain, tanggung jawab mereka (Kepala UPTD) bukan sebatas mengawasi pekerjaaan guru saja melainkan setiap ada permasalahan di sana juga harus menjadi tanggungjawab mereka sebelum dilimpahkan ke Dinas Pendidikan. (adv/hms)
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version