x
Polres Siak Akhirnya Tahan Penghulu Kampung Jatimulya Setelah Tujuh Bulan Menjadi Tersangka
Muklis kini sudah diamankan polisi. (Foto:Istimewa)

Polres Siak Akhirnya Tahan Penghulu Kampung Jatimulya Setelah Tujuh Bulan Menjadi Tersangka

Rabu, 11 Juli 2018, 18:24:32
SIAK-Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Siak akhirnya menahan Penghulu Kampung Jatimulya, Muklis Hidayat, Rabu (11/7/2018) pukul 11.30 WIB. Muklis merupakan tersangka dugaan korupsi anggaran dana desa (ADD) tahun 2015. Dia diduga menyelewengkan ADD sekitar Rp400 juta.

"Saat ditangkap, tersangka tidak melakukan perlawanan. Petugas mengamankan tersangka di rumahnya di Dusun Mukti Sari, Kampung Jatimulya, Kecamatan Kerinci Kanan, Siak," ujar Paur Humas Bripka Dedek Prayoga kepada wartawan, Rabu sore.

Saat ditetapkan sebagai tersangka Oktober 2017 lalu, baru sekarang Muklis Hidayat ditahan. Artinya nyaris tujuh bulan lebih Polres Siak baru menahan Muklis Hidayat. Kasus dugaan korupsi ini sebenarnya sudah mulai "tercium" pihak penegak hukum tahun 2016 lalu. 

Saat itu, aparat merasa ada keganjilan, karena APBKam kurang lebih sebesar Rp 400 juta di rekening kas kampung Jatimulya raib. Dugaan korupsi itu terendus ketika polisi menemukan adanya transaksi (penarikan, red) oleh penghulu kampung dari rekening kas itu dengan nominal kurang lebih Rp 400 juta. Penarikan dana itu juga dilakukan sebelum pengesahan rencana APBKam Jatimulya.

Padahal uang yang ditarik itu Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) alias tidak biasa digunakan lagi di tahun itu. Tetapi uang itu ditarik oleh Muklis sebanyak tiga kali diantaranya tanggal 18 Januari, 2 Februari dan 15 Maret 2016.

Menurut Dedek, penangkapan Muklis sudah sesuai Surat Perintah Penangkapan Nomor : SP. KAP/ 35/ VII/2018/ Sat Reskrim Tanggal 11 Juli 2018. Penangkapan tersangka juga dipimpin langsung oleh Kanit II Tipikor Polres Siak, IPDA Resi Omlia SH.

Akibat perbuatannya, lanjut Dedek, tersangka diduga melangar Pasal 2 dan Pasal 3 jo Pasal 8 jo Pasal 4 UU Nomor 20 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. "Saat ini, tersangka sudah berada di Mako Polres Siak. Kita juga akan mengirimkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Siak (tahap II, red)," ujar Dedek. (*)





Penulis: Satria Donald
Editor: Boy Surya Hamta
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version