x
Program City Gas Cara Pemko Pekanbaru Penuhi Kebutuhan Masyarakat
Walikota Firdaus MT memperoleh penjelasan soal distribusi gas. (Foto:Istimewa)

Program City Gas Cara Pemko Pekanbaru Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Senin, 26 Februari 2018, 18:42:19
PEKANBARU-Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil menjalankan Program Gas Rumah Tangga. Kecamatan Lima Puluh ditunjuk sebagai daerah percontohan. Dinilai berhasil, Kecamatan Sail dan Pekanbaru Kota tahun segera mengikuti program tersebut.

Program tersebut diharapkan mampu menekan penggunaan gas elpiji bersubsidi bagi masyarakat dan mengganti dengan penggunaan jaringan gas (Jargas) rumah tangga. Walikota DR Firdaus MT saat peluncuran program gas rumah tangga beberapa waktu lalu dan langsung mencoba menggunakan gas rumah tangga tersebut di salah satu rumah warga. 
 
Walikota menghidupkan kompor yang sudah dialiri gas. Seketika itu, kompor gas milik warga langsung menyala. "Tanjung Rhu kita pilih sebagai pilot projek program ini karena wilayah ini merupakan kampung awal mula berdirinya Pekanbaru," kata Firdaus.
 
 
Walikota Firdaus MT mencoba penggunaan gas dengan memasak di salah satu rumah warga. (Foto:Istimewa) 
 
Untuk tahap awal, setidaknya ada 3.713 rumah warga di Limapuluh yang akan dialiri gas rumah tangga. Saat ini, seluruh rumah warga di Limapuluh sudah dipasang instalasi pipa gas. Namun untuk mengalirkan gas ke rumah-rumah warga yang sudah dipasangan instalasi pipa gas tersebut akan dilakukan secara bertahap.

"Sebelum masuk rumah warga, di luar rumah sudah ada meteran dan disana juga sudah ada kontrol untuk mengurangi tekanan. Sehingga, gas yang sudah masuk ke dalam rumah warga tersebut tekananya cukup kecil, setara dengan tekanan ban sepeda," tukasnya.

Sementara itu, Plt Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi berharap, program tersebut dapat memenuhi kebutuhan gas rumah tangga di Pekanbaru. Sebab, animo masyarakat untuk mendapatkan gas rumah tangga ini cukup tinggi.
 
Hal ini tidak terlepas dari kerapnya terjadi kelangkaan gas elpiji subsidi di beberapa kota di Indonesia, termasuk Pekanbaru. Untuk menjawab kesulitan warga itulah, Pemko Pekanbaru kemudian menerapkan program gas rumah tangga atau yang lebih dikenal dengan City Gas. "Kami melihat animo masyarakat cukup tinggi, yang meminta penambahan jaringan gas tersebut ke kecamatan lain," kata Ayat.
 
 
Teknisi PT Partaga Niaga memeriksa jaringan gas di masyarakat. (Foto:Istimewa) 
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ingot Ahmad Hutasuhut menambahkan, program ini adalah sebuah bentuk terobosan menuju smartcity melalui perwujudan smart energy dan smart ekonomi. Upaya ini mendapatkan momentum tatkala Pemerintah melalui kemeterian ESDM memprogramkan citygas di beberapa kota di seluruh Indonesia.
 
"Untuk Kota Pekanbaru telah dilakukan tahapan pembangunan city gas yang dimaksud sejak tahun 2015," ujarnya.

Ditambahkan, pertengahan tahun 2016 dilaksanakan "Gas In" yang saat itu dilakukan langsung oleh Walikota Pekanbaru Dr Firdaus di Kecamatan Limapuluh. Di mana pada tahun tersebut telah dilakukan pemasangan sebanyak 3.713 sambungan rumah tangga.
 
Kemudian, tahun 2017 dilanjutkan dengan kecamatan Sail dan sebagian Pekanbaru Kota dan tercapai sebanyak lebih dari 3000 sambungan lagi. Dalam operasionalisasinya, Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pertagas Niaga telah menunjuk PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) sebagai Operator melalui mana masyarakat pelanggan dapat berinteraksi tentang penmanfaatan citygas dimaksud.
 
 
Kadisperindag Ingot Hutasuhut (kiri) memperlihatkan pemanfaatan jaringan gas. (Foto:Istimewa) 
 
"Diharapkan melalui citygas ini masyarakat bisa mengakses energi dengan lebih mudah, lebih murah, dan lebih cerdas. Di samping itu, dengan kapasitas yang besar, maka citygas juga diharapkan akan mendorong tumbuh kembangnya Industri Rumah Tangga," jelasnya.
 
Warga yang merasakan manfaat city gas ini mangaku sangat terbantu ketika sulitnya mendapatkan gas elpiji. Seperti warga Kelurahan Pesisir, Kecamatan Limapuluh, Asri (36) yang sudah menggunakan jaringan gas rumah tangga atau city gas sejak Maret tahun lalu.
 
Disebut, ada keunggulan city gas dibanding gas elpiji, diantaranya penggunaannya yang mudah, persediannya melimpah dan hemat. "Sekarang tidak perlu takut, tinggal dinyalakan saja, sudah gampang, tiap akhir bulan bayar tagihannya," ujarnya.

Selain itu, setiap bulan dirinya hanya membayar sebesar Rp50 Ribu hingga Rp60 Ribu untuk gas yang dipakainya. Kata dia, besar biaya yang dikeluarkan tergantung penggunaan gas. Hal ini dirasakannya sangat murah jika dibandingkan dengan menggunakan gas tabung.
 
"Pipanya aman, sementara untuk jaringan sampai ke dapur sudah dirancang langsung oleh ahlinya dari pertagas," imbuhnya. (adv/kominfo)
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version