x
Refleksi Akhir Tahun, Indra Muchlis Komit Berantas Korupsi

Refleksi Akhir Tahun, Indra Muchlis Komit Berantas Korupsi

Kamis, 03 Januari 2013, 08:34:47
Kegiatan Refleksi Akhir Tahun yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir bekerjasama dengan PWI Cabang Riau, Sabtu (29/12) malam, di Hotel Pangeran, Pekanbaru, membuktikan kepada masyarakat, kalau sosok H Indra Muchlis Adnan layak memimpin Riau ke depan.

Momen malam itu juga menjadi kado terindah bagi pria kelahiran Teluk Pinang, 29 Desember 1966, karena genap berusia 46 tahun. Di sela-sela acara, terlihat Indra meniup lilin ulang tahun didampingi Ketua PWI Riau, H Dheni Kurnia diiringi tepuk tangan meriah dari ratusan undangan yang hadir.

Selain dinilai berhasil menjadi Bupati Inhil dua periode, suami Hj Syafni Zuryanti ini juga memiliki komitmen yang kuat dalam pemberantasan korupsi. Tiga pilar pembangunan yang ditawarkannya dinilai mampu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, di antaranya program otonomi desa, pendidikan dan pelayanan kesehatan yang merata serta terciptanya infrastruktur yang memadai.

"Bagi saya, tiga pilar pembangunan ini bisa diwujudkan di Riau. Apalagi, ini sudah saya buktikan di Inhil," kata Indra, usai acara. Pada kegiatan refleksi akhir tahun, Indra memaparkan sejumlah permasalahan yang dialami Riau selama tahun 2012. Dari sejumlah peristiwa yang terjadi, gonjang ganjing kasus korupsi yang menjerat pejabat dan anggota legislatif menjadi isu terhangat di masyarakat. Menurutnya, banyaknya kasus korupsi yang terjadi di level eksekutif dan legislatif tidak terlepas dari peranan partai politik.

"Persoalan ini harus dicari solusinya oleh pemerintah, haru ada Undang-undang yang mengatur,dimana nantinya Parpol dibiayai negara, sehingga tidak lagi menggunakan kekuasaan untuk melakukan praktek korupsi. Tapi, sampai saat ini pemerintah belum bisa menerapkannya," ujar Indra.

Terkait upaya meningkatkan hubungan fungsional antara pers, pemerintah dan masyarakat, politikus yang menguasai hukum tata negara itu memaparkan berbagai langkah yang harus dilakukan. Di antaranya, interaksi positif harus dikembangkan sekreatif mungkin untuk tercapainya tujuan pembangunan. "Hubungan itu tidak disemangati oleh sikap apriori atau saling curiga, apalagi saling memusuhi, tapi kekerabatan yang fungsional," jelasnya.

Dengan terwujudnya hubungan fungsional antara pers, pemerintah, dan masyarakat, akan menunjang tujuan bersama dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Itulah sebabnya, salah satu pendekatan kultural terhadap segala persoalan, lebih cocok dengan identitas Indonesia. Lagi pula pendekatan kultural ini telah dibuktikan kharisma dan daya mampunya dalam periode perjuangan kemerdekaan, sehingga mampu membangkitkan semangat patriotisme, pengorbanan tanpa pamrih dan dedikasi total terhadap kepentingan rakyat.

"Perlu juga dikembangkan kultur politik dan mekanisme yang memungkinkan berfungsinya sistem kontrol sosial dan kritik secara efektif dan terbuka. Tetapi kontrol sosial itu pun substansi dan caranya tidak terlepas dari asas keselarasan dan keseimbangan, kekerabatan dan hidup menghidupi," terangnya.

Apalagi, lanjutnya, pembangunan pola reformasi berarti perubahan terarah yang fundamental sesuai dengan konsep masyarakat Pancasila, namun dilaksanakan secara bertahap dan menurut asas prioritas. Untuk itu, pemerintah, pers dan masyarakat harus mampu membangun dirinya sendiri agar menjadi lembaga yang lebih baik dan lebih ampuh untuk melaksanakan pembangunan.

Pers harus bisa menunjukkkan hal-hal positif, guna menunjang asas keselarasan dan keseimbangan yang merupakan tipe ideal masyarakat. Pemerintah, pers dan masyarakat merupakan hubungan  kekerabatan dan fungsional yang terus menerus dikembangkan dalam mekanisme dialog. "Otonomi masing-masing lembaga harus dihormati, pelaksanaan kode etik dan sanksi atas pelanggaran, juga perlu ditingkatkan," tukasnya.

Menurut Wilbur Schramm, kata Indra, pers bagi masyarakat adalah “Watcher, forum and teacher” (pengamat, forum dan guru). Artinya, setiap hari pers memberikan laporan dan ulasan mengenai berbagai macam kejadian dalam dan luar negeri, menyediakan tempat (forum) bagi masyarakat untuk mengeluarkan pendapat secara tertulis dan turut mewariskan nilai-nilai kemasyarakatan dari generasi ke generasi.

"Bila dibahas lebih spesifik, pers memang lahir di tengah-tengah masyarakat, sehingga pers dan masyarakat merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Pers lahir untuk memenuhi tuntutan masyarakat guna memperoleh informasi yang aktual dengan terus-menerus mengenai peristiwa-peristiwa besar maupun kecil. Pers sebagai lembaga kemasyarakatan tidak dapat hidup sendiri, akan tetapi juga dipengaruhi dan mempengaruhi lembaga kemasyarakatan yang lainnya," kata Indra.

Sementara Ketua PWI Cabang Riau, H Dheni Kurnia menyatakan, acara ini sudah lama direncanakan tapi karena beberapa faktor penghalang, akhirnya baru dapat diselenggarakan hari ini. "Acara yang kita adakan ini, dipastikan bebas dari unsur politis. Hal ini sekaligus menegaskan tahun 2013 nanti, di Riau akan ada Pemilihan Gubernur Riau dan salah satu calon yang akan maju, Indra Muchlis Adnan," tutupnya. (hr/satria donald)
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version