x
Riau Berasap: Dinas Kesehatan Riau Catat 304.900 Kasus ISPA
Jumlah pederita ISPA di Riau meningkat. (Foto:Istimewa)

Riau Berasap: Dinas Kesehatan Riau Catat 304.900 Kasus ISPA

Rabu, 18 September 2019, 16:33:06
PEKANBARU-Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat, jumlah kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan terkait infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2019 mencapai 304.900 kasus.

"Jumlah kasus kunjungan medio Januari-September 2019 terdapat 304.900 kasus kunjungan," kata Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir saat mengunjungi Posko Pengungsian Kabut Asap Partai Keadilan Sejahtera, Rabu siang di Pekanbaru.

Diakui, berdasarkan data statistik yang dihimpun Dinas Kesehatan Riau, jumlah kunjungan masyarakat ke pelayanan kesehatan untuk memeriksakan diri akibat terdampak ISPA terus meningkat.

Bahkan, sepanjang September 2019 ini saja, masyarakat yang mengunjungi layanan kesehatan akibat ISPA se Riau mencapai 24.589 kunjungan.

Angka ini berpotensi terus meningkat mengingat kualitas udara di sejumlah wilayah di Riau berada pada level sangat tidak sehat hingga berbahaya akibat Jerebu Karhutla. "Dilihat dari data statistik hari per hari terjadi peningkatan masyarakat ke pelayanan kesehatan untuk memeriksa kesehatan terkait ISPA," ujarnya.

Peningkatan jumlah masyarakat terdampak ISPA, berpengaruh terhadap ketersediaan obat-obatan. Meski begitu, dia mengklaim pasokan obat masih cukup. Dia mengaku terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menjaga pasokan obat tetap dalam keadaan aman. "Melihat situasi seperti ini, Bu Menteri sangat memberikan komitmen membantu Pemprov Riau," tuturnya.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek dalam pernyataannya awal pekan ini telah meminta Dinas Kesehatan di sejumlah wilayah terdampak asap kebakaran hutan dan lahan bersiaga guna melayani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan karena asap karhutla.

Nila menginstruksikan Dinkes untuk menyiagakan seluruh puskesmas yang ada dalam menangani berbagai penyakit akibat asap karhutla.

"Puskesmas menjadi fasilitas pertama yang siaga melayani warga terdampak karhutla. Pencegahan sebelum terjadinya hal yang tak diinginkan harus dilakukan terutama bagi masyarakat yang terserang ISPA," tukasnya. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version