x
Riau Dilanda Kemarau, Empat Hotspot Terpantau di Pelalawan Riau
Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau. (Foto:Istimewa)

Riau Dilanda Kemarau, Empat Hotspot Terpantau di Pelalawan Riau

Senin, 02 Maret 2020, 15:49:04
PELALAWAN-Riau mulai dilanda musim kemarau. Hal ini berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Senin (2/3/2020), terpantau empat titik panas atau hotspot di Kabupaten Pelalawan, Riau dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen atau mengarah kepada titik api.

Keempat titik itu tersebar di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti yang berubah menjadi titik api atau firespot. Karhutla di Pulau Muda telah melalap semak belukar dan areal hutan yang terbentang di sekitar Hutan Tanaman Industri (HTI) dan perkebunan kelapa sawit.

"Api terpantau sejak Minggu sore. Setelah dicek Tim Rayon Kecamatan, ternyata merupakan kebakaran hutan," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, Senin (2/3/2020).

Hadi menerangkan, tim rayon Kecamatan Teluk Meranti sudah berada di lokasi yang terdiri dari TNI, Polri, MPA, perusahaan, kecamatan serta instansi lainnya. Karena api belum bisa dikuasai, tim dari Polres Pelalawan kemudian dikirimkan untuk membantu upaya pemadaman.

Demikian juga Manggala Agni dan tim BPBD yang juga diterjunkan untuk bergabung dengan tim yang ada. Tim gabungan mengupayakan lokisir titik api dari beberapa sisi dengan menempatkan beberapa tim. Menggunakan peralatan yang dibawa, personil sedang berjibaku dengan api Karhutla yang membakar lahan gambut.

"Kendala yang ada di lapangan minimnya stok air di lokasi Karhutla. Personil terpaksa mencari air yang cukup jauh dari areal yang terbakar," ujar Hadi.

Dikatakan, tim gabungan terpaksa membuat sumur yang dengan cara di bor. Selain itu alat berat juga diturunkan untuk menggali parit atau tanah mencari air yang bisa digunakan memadamkan api.

Sedangkan peluang turunnya hujan hari ini di Pelalawan sangat minim dan hampir tidak ada potensi hujan. Hal itu berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru. (*)


 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version