x
Rupiah Mulai Menghampiri 15.200, Pelemahan IHSG Hari Ini Terus Berlanjut
Karyawan beraktivitas dekat monitor pergerakan IHSG di BEI. (Foto:JIBI)

Rupiah Mulai Menghampiri 15.200, Pelemahan IHSG Hari Ini Terus Berlanjut

Jumat, 05 Oktober 2018, 09:16:01
JAKARTA-Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut di awal perdagangan hari ini, Jumat (5/10/2018). Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,53 persen atau 30,24 poin ke level 5.726,37 pada pukul 09.26 WIB, setelah dibuka turun 0,31 persen atau 18,02 poin di level 5.738,59.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak pada level 5.706,40 sampai 5.739,29. Adapun pada perdagangan Kamis kemarin, IHSG berakhir merosot 1,89 persen atau 111,12 poin di posisi 5.756,62.

Seluruh sembilan indeks sektoral IHSG pagi ini bergerak di zona merah dengan tekanan utama sektor infrastruktur (-1,09 persen), aneka industri (-0,71 persen) dan industri dasar (-0,69 persen).

Sebanyak 65 saham menguat, 181 saham melemah, dan 358 saham stagnan dari 604 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing turun 1,06 persen dan 1,67 persen menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG pada pukul 09.26 WIB.

IHSG diprediksi masih akan tertekan seiring dengan berlanjutnya pelemahan rupiah. Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memaparkan, bursa AS melemah dengan Dow Jones mencatat pelemahan terburuk sejak 10 Agustus lalu.

Tertekannya bursa disebabkan oleh kenaikan tajam yield 10 tahun treasury-note ke atas level 3,2%, tertinggi sejak 2011. Sementara itu, data jobless claims, tercatat turun ke 207.000 mendekati titik terendah dalam 49 tahun terakhir.

Di sisi lain, pernyataan gubernur the Fed Jerome Powell mengenai potensi kenaikan suku bunga yang lebih banyak di masa depan, menguatkan indeks dolar AS ke 95,7 sekaligus menekan mata uang rupiah. Rupiah saat ini melemah mencapai 15.190 terhadap dolar AS atau terjadi pelemahan 12 persen dibanding awal 2018.

“IHSG kami perkirakan masih akan tertekan seiring dengan berlanjutnya pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Data cadangan devisa Indonesia menjadi data ekonomi yang ditunggu investor hari ini,” paparnya dalam riset.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot kembali terdepresiasi dan melemah 1 poin atau 0,01% ke level Rp15.180 per dolar AS pukul 09.21 WIB, setelah berakhir melorot 104 poin atau 0,69% di posisi 15.179 pada perdagangan, Kamis kemarin.

Padahal, mata uang Garuda terpantau sempat rebound dan terapresiasi hingga menyentuh level Rp15.165 per dolar AS, setelah dibuka dengan depresiasi 11 poin atau 0,07 persen di level 15.190 pagi ini.

Sejalan dengan IHSG, pergerakan indeks Bisnis 27 lanjut melemah 0,58 persen atau 2,93 poin ke level 499,57 pada pukul 09.27 WIB, setelah berakhir merosot 2,07 persen atau 10,64 di posisi 502,50.

Indeks saham lainnya di kawasan Asia Tenggara juga bergerak negatif pagi ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,32 persen), indeks FTSE Malay KLCI (-0,40 persen) dan indeks PSEi Filipina (-0,17 persen). (*)






Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Bloomberg/Bisnis.com
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version