x
Rupiah Terkapar di Rp14.079 per Dolar AS, Dampak Sentimen Perang Dagang
Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

Rupiah Terkapar di Rp14.079 per Dolar AS, Dampak Sentimen Perang Dagang

Rabu, 13 November 2019, 16:34:17
JAKARTA-Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.079 per dolar AS pada perdagangan pasar spot, Rabu sore. Kurs mata uang garuda tercatat melemah 25 poin atau 0,18 persen dibandingkan perdagangan, Selasa (12/11/2019) di posisi Rp14.054 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.082 per dolar AS yang juga melemah dibandingkan posisi Selasa (12/11), yakni Rp14.059 per dolar AS. 

Hari ini rupiah bergerak di rentang Rp14.070-14.086 per dolar AS. Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea melemah 0,55 persen, rupee India melemah 0,40 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,27 persen.

Selanjutnya, peso Filipina juga melemah 0,17 persen, yuan China melemah 0,12 persen, serta yen Jepang melemah sebesar 0,12 persen. Lebih lanjut, dolar Singapura dan dolar Hong Kong masing-masing melemah 0,04 dan 0,02 persen terhadap dolar AS. Sementara, penguatan hanya terjadi pada lira Turki sebesar 0,12 persen, dan baht Thailand sebesar 0,38 persen.

Di negara maju, mayoritas nilai tukar melemah terhadap dolar AS. Tercatat, poundsterling Inggris dan euro sama-sama melemah sebesar 0,08 persen, dan dolar Kanada juga melemah sebesar 0,17 persen. Hanya dolar Australia yang menguat tipis sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen negatif dari pidato Trump yang menyatakan tidak akan menjanjikan untuk menghapus semua tarif terhadap China. Pernyataan itu menimbulkan kekhawatiran bahwa perang dagang masih akan berlanjut.

Sementara di sisi domestik, Ibrahim menilai sentimen yang menahan pelemahan rupiah datang dari strategi baru pemerintah dan Bank Indonesia untuk mencoba dalam mengerek perekonomian. 

Strategi baru itu, menurut Ibrahim, terkait perkembangan ekonomi syariah yang bertumpu pada pengembangan di lini pesantren, UMKM, industri pariwisata, industri halal yang akan menggapai seluruh lapisan masyarakat yang belum memiliki akses terhadap produk dan jasa keuangan.

"Strategi ini akan meningkatkan inklusi keuangan dalam negeri ditengah melambatnya ekonomi global," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (13/11).

Ibrahim berpendapat, dalam perdagangan hari Kamis, rupiah kemungkinan masih akan melemah di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.110 per dolar AS. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version