x
Sektor Pertanian di Rokan Hilir Kini Menjadi Penopang Industri dan Perdagangan
Bupati Suyatno bersama Forkompimda Rohil melaksanakan panen raya. (Foto:Humas/FokusRiau.Com)

Sektor Pertanian di Rokan Hilir Kini Menjadi Penopang Industri dan Perdagangan

Rabu, 05 Desember 2018, 18:29:02
ROKAN HILIR-Hampir 25 persen perekonomian di Kabupaten Rokan Hilir bersumber dari sektor pertanian. Sehingga pembangunan bidang ekonomi lebih di titik beratkan pada sektor pertanian untuk mendorong dan menopang sektor industri dan sektor perdagangan.

Pembangunan sektor pertanian diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan, seperti beras, palawija dan hortikultura. Peningkatan produksi perkebunan dilakukan dengan pola intensifikasi, ekstensifikasi dan rehabilitasi tanaman perkebunan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Rokan Hilir, tahun 2015 tercatat luas lahan 888.159 ha. Lahan yang digunakan untuk hutan negara seluas 21.244 ha (2,39 persen), Perkebunan 382.677 Ha (43,09 persen), Kebun /Ladang / Huma 66435 Ha (7,48 persen), Pekarangan / lahan untuk bangunan dan halaman sekitar 340.612 Ha (38,35 persen).

Besarnya lahan yang tersedia dalam sektor pertanian di Rokanhilir maka Pemerintah Rokan Hilir di bawah kepimpinanan Suyatno, sesuai arahan pemerintah pusat terus berupaya dan meningkatkan produksi pangan. Bentuk prioritasnya di sektor pertanian tercermin dengan luasnya panen tanaman padi yaitu 10,321 Ha yang terdiri dari sawah 10.321 Ha dan sawah ladang 0 Ha.

Sedangkan produksinya 36.845,97 Ton. Sedangkan luas tanaman pangan lainya sebesar 10,93 persen dari total luas panen tanaman pangan yaitu 11.588 Ha dengan produksi 36.847,97 ton. Luas panen tanaman sayur-sayuran 781 Ha dengan produksi 1.570 ton sedangkan produksi tanaman buah buahan sebesar 13.241 Ton.

Besarnya hasil disektor pertanian inilah yang menopang sektor lainya dikabupaten Rokan Hilir, sehingga pemkab terus mengembangkan sayapnya dengan mengembangkan sektor sektor pertanian lainnya seperti perkebunan. Perkebunan merupakan peranan yang penting dalam pengembangan pertanian di tinggkat Nasional maupun regional,terutama perdagangan yang cukup potensial yaitu kelapa sawit, Karet dan Kelapa.
 
 
Bupati Suyatno dan Plt Gubernur Riau Wan Thamrin menaiki traktor jelang panen raya bersama masyarakat di Rohil. (Foto:Humas/FokusRiau.Com) 
 
Ketiga komoditi ini telah berhasil dikembangkan di Negeri Seribu Kubah ini. Sehingga hampir 40 persen masyarakat disejumlah kecamatan memiliki perkebunan kelapa sawit bahkan satu kecamatan berjulukan Kota Sawit, yaitu Kecamataan Bagan Sinembah. Perkebunan ini juga menopang kehidupan dan perekonomian masyarakat Rohil serta penopang sektor lainya.

Dengan hasil yang berlimpah ruah ini dan lahan tidur yang tersedia, Bupati Suyatno tahun 2018 memprioritaskan peningkatan di bidang pertanian, agar perekonomian masyarakat tumbuh lebih baik. Sehingga pemerintahan berjalan dengan baik dan dengan sendirinya pembangunan infrastruktur dan sektor lainya berjalan baik juga. Sektor pertanian yang sudah berjalan dengan baik seperti Cabe dan

Palawija terdapat di beberapa kecamatan di Rohil, seperti di Kecamaatan Pujud, Kubu, Sinaboi, Bagan Sinembah yang sudah memiliki unit unit kelompok masyarakat atauapun Koperasi pertanian cabe dan palawija. 

Sehingga ke depan, tanaman cabe dan palawija untuk konsumsi masyarakat di Rohil tidak perlu lagi didatangkan dari laur daerah, cukup dari dalam daerah Kabupaten Rohil. Sesuai program pemerintah, Indonesia adalah negeri yang memiliki sumber daya alam yang besar, salah satunya sektor pertanian. (advertorial/humas protokol)
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version