x

Soal Festival Lampion Raksasa, DPH LAM Riau: Banyak iven Berbasis Melayu yang Lebih Layak

Kamis, 12 Oktober 2017
PEKANBARU-Terkait pelaksanaan Festival Lampion Raksasa Zhong Qiu yang akan diangkat oleh Pemprov Riau sebagai sebagai agenda wisata Nasional dari Riau, Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau merasa keberatan. Pasalnya, festival itu bukanlah kearifan lokal Melayu Riau.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Harian LAM Riau, Syahril Abu Bakar usai pembukaan Musdalub LAM Kota Pekanbaru, Kamis (12/10/2017) di Gedung LAM Riau Jalan Diponegoro Pekanbaru. 

Disebutkannya, festival itu bukanlah kearifan lokal Melayu Riau, sehingga tak layak untuk diangkat di kancah nasional. Jika Pemprov Riau ingin mengangkat festival lampion terbesar di Indonesia itu sebagai agenda wisata nasional dari Riau, maka hal itu bertentangan dengan visi misi Riau 2020 menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara.

Selain itu, hal tersebut juga bertolak belakang dengan slogan "Riau the Homeland Melayu". "Kita kan ingin menggalakkan pariwisata berbasis Melayu. Nah, festival lampion ini jelas bukan budaya Melayu, tetapi budaya China," papar Syahril lagi.

Pihak LAM sendiri sebenarnya belum pernah mendengar komitmen mengangkat festival tersebut menjadi agenda wisata nasional dari Riau. Oleh karenanya, sebelumnya LAM juga sudah melayangkan surat permintaan klarifikasi dari Gubernur soal itu.

"Kita tetap mendukung Pemprov untuk mengangkat iven-iven wisata berbasis Melayu. Tapi festival lampion ini kita lihat tak layak. Sangat banyak kearifan lokal kita yang lebih layak untuk diangkat," kata Syahril Abu Bakar lagi.

Sebut saja perlombaan gasing yang merupakan permainan asli Riau atau festival lampu colok yang saat ini rutin dilaksanakan dan dipertandingkan di setiap daerah di Riau.(andi affandi)
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version