x
Solok Selatan Terendam, Wabup Terobos Banjir Demi Antarkan Bantuan
Salah seorang warga melintasi banjir. (Foto:Antara)

Solok Selatan Terendam, Wabup Terobos Banjir Demi Antarkan Bantuan

Sabtu, 14 Desember 2019, 09:52:45
SOLOK SELATAN-Bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga kecamatan di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat kemarin sampai hari ini, Sabtu (14/12/2019). Banjir menyapu pemukiman warga Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kecamatan Sangir Batanghari dan Kecamatan Sungai Pagu.

Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama. Sehingga aliran sungai yang ada tidak untuk menampung debit air. Selain itu, kerusakan hutan di hulu sungai akibat penebangan liar turut berperan besar menyebabkan banjir ini.

Data yang diperoleh dari BPBD Solok Selatan melalui Humas Pemkab Solok Selatan Firdaus Firman, Sabtu pagi ini menyebut, total warga terdampak banjir sebanyak 2.551 orang. Warga mengungsi sebanyak 469 orang. Rumah yang terendam sebanyak 750 unit dan 10 di antaranya mengalami rusak parah.

"Pemkab bersama BPBD dan Basarnas hari ini menerobos permukiman warga untuk membantu evakuasi dan memberikan bantuan," kata Firdaus.

Di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, warga terdampak sebanyak 11 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 49 jiwa, 49 warga mengungsi dan 8 rumah rusak berat. Di Kecamatan Sungai Pagu warga terdampak bencana sebanyak 585 KK yang terdiri dari 2.502 jiwa, 420 warga mengungsi, 530 rumah terendam air dan lumpur.

Sedangkan di Kecamatan Sangir Batanghari, warga terdampak sebanyak 219 KK dan terdapat dua rumah warga rusak berat. 

Terobos banjir
Sementara itu, Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman, Sabtu (14/12/2019) bersama BPBD dan Basarnas menerobos masuk ke tiga nagari di Kecamatan Sangir Batanghari untuk membawakan bantuan logistik warga terdampak banjir. 

"Pagi ini kami menerobos tiga nagari di Kecamatan Sangir Batanghari. Kami membawakan berbagai bantuan buat warga yang masih terjebak di sana. Mohon doanya karena akses ke sana masih sulit," kata Abdul Rahman.

Abdul menyebut, akses satu-satunya menuju Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan, Nagari Lubuk Ulang Aling Tengah dan Nagari Lubuk Ulang Aling hanya bisa ditempuh dengan jalur darat. Sejak kemarin, jalanan ke tiga nagari tersebut rusak parah karena luapan air dan longsor.

Perahu karet yang akan digunakan untuk mengevakuasi warga, sejauh ini masih belum bisa dioperasikan. Karena air masih sangat deras. "Kami akan coba terobos untuk membantu warga di sana (Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan, Nagari Lubuk Ulang Aling Tengah dan Nagari Lubuk Ulang Aling)," ucap Abdul Rahman. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Republika.co.id
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version