x
Tahan Ijazah Siswa, 7 Sekolah di Pekanbaru Riau Dilaporkan ke Ombudsman
Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

Tahan Ijazah Siswa, 7 Sekolah di Pekanbaru Riau Dilaporkan ke Ombudsman

Rabu, 05 Februari 2020, 19:06:21
PEKANBARU-Tujuh sekolah tingkat menengah pertama, menengah atas dan menengah kejuruan di Pekanbaru, Riau dilaporkan ke Ombudsman RI Perwakilan Riau. Alasanya, sekolah tersebut menahan ijazah siswanya karena tunggakan pembayaran uang sekolah.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Riau, Ahmad Fitri, Rabu (5/2/2020) mengatakan, penahanan ijazah tersebut dilaporkan sejumlah orang tua dan wali murid ke Ombudsman Riau, hari ini. "Pihak sekolah tidak punya kewenangan penahanan ijazah apalagi dikaitkan dengan sumbangan komite dan sebagainya," kata Ahmad.

Dijelaskan, laporan itu disampaikan delapan orang tua dan wali murid yang mayoritas ibu-ibu didampingi aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru serta Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau dan Himpunan Mahasiswa Islam Pekanbaru.

Dalam laporannya, menurut Ahmad, mereka mengeluhkan kebijakan pelayanan publik yang diterapkan sejumlah sekolah tersebut.  Ombudsman yang telah menerima laporan kini tengah mempelajari dokumen yang dilampirkan.

Dalam waktu dekat akan segera melakukan pemanggilan kepada Dinas Pendidikan dan perwakilan sekolah untuk klarifikasi. "Kami akan minta klarifikasi sekolah yang dimaksud dan koordinasi dengan dinas pendidikan baik provinsi maupun kota," ujarnya.

Ahmad menegaskan, pihak sekolah tidak memiliki kewenangan untuk menahan ijazah siswanya atas alasan apapun. 

Ijazah merupakan dokumen yang sangat diperlukan oleh siswa untuk melanjutkan pendidikan maupun melamar pekerjaan, dan penahanan itu akan berdampak langsung dengan siswa yang bersangkutan.

Ketua HMI MPO Pekanbaru Haris menjelaskan, tujuh sekolah yang menahan ijazah itu hanyalah temuan awal. Kemungkinan besar, jumlah itu lebih besar dari temuan para aktivis yang belakangan mendorong pemerintah Riau agar melaksanakan pendidikan gratis tersebut. "Ini yang ditemukan, tapi kami yakin di lapangan lebih banyak lagi," ujarnya.

Lebih jauh, Harus menjelaskan, berdasarkan temuan mereka, mayoritas sekolah yang menahan ijazah justru merupakan sekolah negeri. 

Mereka yang ditahan ijazahnya juga merupakan siswa dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Untuk itu, dia mendesak agar perkara itu segera diselesaikan. Selain melaporkan ke Ombudsman, dia mengatakan pihaknya juga menggandeng anggota Komisi V DPRD Riau untuk menyelesaikan persoalan tersebut. (*)
 
 

Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version