x
Tangani Karhutla, Polisi Gunakan Metode Scientific Crime Investigation
Kombes Pol Sunarto. (Foto:Istimewa)

Tangani Karhutla, Polisi Gunakan Metode Scientific Crime Investigation

Sabtu, 12 Oktober 2019, 08:12:16
INDRAGIRI HULU-Polda Riau terus menyidik kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Riau menggunakan metode scientic crime investigation (SCI). Penyidikan dilakukan bersama dalam Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Terpadu terdiri dari Polda Riau, Direktorat Tipidter Bareskrim Polri dan Dirjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Kami bersama penyidik Bareskrim dan KLHK menerapkan Scientific Crime Investigation dalam penyidikan sejumlah kasus Karhutla di Riau,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Jumat malam.

Proses penyidikan menggunakan drone khusus untuk memotret secara khusus barang bukti di area yang telah terbakar sebelumnya. Beberapa barang bukti seperti sampel tanah terbakar, flora dan fauna serta sisa arang kayu bekas terbakar, tunggul tanaman, dokumen dan alat bukti lainnya telah dikumpulkan.

"Ada drone khusus, sampel-sampel yang tak luput diambil yang akan dibawa ke laboratorium forensik," katanya.

Sunarto menambahkan, Scientific Crime Investigation diterapkan guna memperkuat pembuktian perkara pidana yang disangkakan dalam sejumlah pasal dalam Undang-Undang Lingkungan, Kehutanan dan Perkebunan. 

"Sekecil apapun bahan, barang bukti, dokumen, keterangan saksi dan keterangan saksi ahli, termasuk dampak kerugian akan kita kumpulkan. Kita kejar dan kita teliti untuk memperkuat pembuktian, sesuai prinsip fair trial (Peradilan yang Jujur dan Adil, red). Mohon dukungan dari masyarakat," tukasnya. 

Sejauh ini, kepolisian telah menetapkan dua koorporasi sebagai tersangka karhutla. Satu ditangani Bareskrim Mabes Polri, yaitu PT Adei Plantation (PT AP) dan satu lagi ditangani Polda Riau, yaitu PT Sawit Sumber Sejahtera (PT SSS). Dalam kasus ini, Polda Riau telah menahan Penanggungjawab PT SSS.

Sementara untuk kasus perorangan, penyidik telah menetapkan sebanyak 67 tersangka yang ditangani beberapa Polres di Polda Riau. 

Dalam keterangan pers di Mapolda Riau, Jumat siang, Tim Gabungan Bareskrim Polri, Kementrian LHK, Polda Riau dan Kejaksaan menemukan lima perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dan Tanaman Industri yang terindikasi terlibat kasus Karhutla di Riau.

Perusahaan itu adalah PT Gandaerah Hendana, PT RML, PT WSSI, PT BKM dan PT TKWL. Lima perusahaan beropersi di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu dan Siak. (*)



 
 
Penulis: Obrin
Editor: Boy Surya Hamta
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version