x
Tolak Hoax, Bupati Harris Ingatkan Masyarakat Mencari Kebenaran Berita yang Diterima
Kepala Dinas Kominfo Pelalawan Fakhrizal. (Foto:Tengku Arjan/FokusRiau.Com)

Tolak Hoax, Bupati Harris Ingatkan Masyarakat Mencari Kebenaran Berita yang Diterima

Rabu, 30 Januari 2019, 15:14:30
PELALAWAN-Bupati HM Harris terus mengingatkan masyarakat agar seletif dalam menerima berita dan informasi, terutama sebelum membagikan kepada orang lain melalui media sosial. Bupati meminta agar masyarakat senantiasa mencari kebenaran informasi tersebut dan bila berita itu fitnah atau hoax, segera laporkan kepada pihak berwajib.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Fakhrizal kepada wartawan, Rabu (30/1/2019). Menurutnya, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hoaks adalah berita bohong. Dalam Oxford English dictionary, hoax didefinisikan sebagai malicious deception atau kebohongan yang dibuat. 

Melihat definisi tersebut, maka berita bohong dibuat secara sengaja. Pembuatnya tahu kalau berita itu bohong dan bermaksud untuk menipu orang dengan beritanya.

Untuk Pelalawan, menurut Fakhrizal, bupati terus meminta masyarakat untuk bersikap cerdas dan bijak dalam menerima sebuah informasi dan pemberitaan. "Mari kita ciptakan kondisi yang aman dan tenteram, bahkan kita mengajak untuk menggiatkan pembangunan daerah dengan kebersamaan, persatuan dan kesatuan serta inovasi dalam mewujudkan cita-cita menuju Pelalawan Emas (Ekonomi Mandiri, Aman dan Sejahtera). 

Ditambahkan, Pemkab Pelalawan melalui Sekretaris Daerah Tengku Mukhlis sudah mengeluarkan Surat Edaran dengan nomor: 428/Diskominfo/2017/120 Tanggal 27 Juli 2017 Tentang Penggunaan dan Pemanfaatan Serta Transaksi Media Informasi dan Elektronik Yang Santun dan Beretika. 

Dalam surat edaran itu, ada hal yang berkenaan dengan keterbukaan informasi publik diatur sedemikian rupa dimana ditegaskan, penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi harus diarahkan untuk memberi rasa aman, keadilan dan kepastian hukum bagi pengguna serta penyelenggara teknologi informasi.

Dalam menggunakan media informasi juga dilarang dengan sengaja dan tanpa hak membuat, mendistribusikan, menyebarkan informasi yang memiliki muatan melanggar kesusilaan dan pornografi, perjudian, pengancaman serta pemerasan, menyebarkan berita bohong atau menyesatkan (Hoax) yang menyebabkan kerugian orang lain, menyebarkan rasa kebencian atau permusuhan dalam masyarakat berdasarkan suku,agama,ras dan antar golongan (SARA).

Kadiskominfo Pelalawan sendiri telah meminta semua pihak menghindari penyebaran hoaks atau berita bohong dan fitnah menjelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019. "Kita berharap, kebersamaan masyarakat, pimpinan media elektronik dan cetak dan netizen di media sosial bisa memanfaatkan media secara santun, beretika demi kemajuan Pelalawan<" tukasnya. (*)




Penulis: Tengku Arjan
Editor: Boy Surya Hamta
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version