x
Usut Dugaan Korupsi Kredit Macet PT PER Riau, Jaksa Akan Datangi Kemenkeu
Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

Usut Dugaan Korupsi Kredit Macet PT PER Riau, Jaksa Akan Datangi Kemenkeu

Kamis, 10 Oktober 2019, 11:31:54
PEKANBARU-Jaksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Riau akan mendatangi Kementerian Keuangan untuk berkordinasi dalam menangani perkara dugaan korupsi kredit macet di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) Riau.

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk meminta bantuan keterangan ahli dari Kemenkeu. Kepala Seksi Pidsus Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni mengatakan, dalam waktu dekat penyidik akan terbang ke Jakarta. "Penyidik ke Jakarta untuk meminta keterangan ahli Kemenkeu. Insya Allah dalam waktu dekat," kata Yuriza, Rabu (9/10/2019).

Dilanjutkan, selain kepentingan keterangan ahli, saat ini pihaknya juga tengah menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau. "Kita lagi menunggu hasil audit dari BPKP. Setelah hasil audit kita terima, baru kita mintai keterangan dari ahli BPKP juga," ulasnya.

Dipaparkan, bila semua telah rampung, pihaknya akan langsung mengagendakan proses Tahap I atau penyerahan berkas dari Jaksa penyidik ke Jaksa peneliti. "Setelah ahli diperiksa, baru kita masuk ke Tahap I," sebutnya.

Untuk diketahui, Jaksa kini sudah menetapkan tiga orang yang dinilai paling bertanggungjawab dalam perkara ini. Status ketiganya sudah tersangka. Mereka adalah IH selaku Pimpinan Desk PMK PT PER, R selaku Analis Pemasaran dan IS sebagai salah satu Ketua Kelompok UMKM penerima kucuran kredit.

Ketiganya diduga melakukan penyimpangan sejumlah dana yang ada di perusahaan plat merah itu. Dugaan kredit macet di perusahaan Pemerintah Provinsi Riau ini dilaporkan manajemen PT PER sendiri ke Kejari Pekanbaru.

Kredit yang diusut adalah penyaluran kredit bakulan atau kredit kepada UMKM pada Kantor Cabang Utama PT PER. Diduga, terjadi penyimpangan atas penerimaan angsuran pokok dan bunga pada tujuh perjanjian kredit atas nama tiga mitra usaha terkait perjanjian kredit sebesar Rp1.298.082.000 atas pencatatan laporan nominatif kredit 31 Desember 2014 hingga 31 Desember 2017.

Atas laporan itu, Kejari Pekanbaru lantas melakukan pengusutan dan hingga akhirnya menaikan status perkara ke tahap penyidikan. (*)



Penulis: Obrin
Editor: Boy Surya Hamta
Share on:

BERITA TERKINI
Redaksi - Disclaimer - Tentang Kami - Pedoman Media Syber
Desktop Version